Tumbuhkan “santripreneur”, Sandiaga Uno berkomitmen gerakkan ekonomi umat

Sudah saatnya ekonomi umat dibangun. Dalam tiap kunjungan ke pondok pesantren saya diamanatkan untuk menggerakkan ekonomi umat, menjaga ukhuwah dan mengawal “ahlussunnah wal jamaah”

Pasuruan,  Jatim (ANTARA News) – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno terus berupaya untuk menggerakkan ekonomi umat, mempererat ukhuwah dan mengawal paham “ahlussunnah wal jamaah” serta akan menjadikan santri ujung tombak dalam menumbuhkan ekonomi melalui santripreneur.

“Sudah saatnya ekonomi umat dibangun. Dalam tiap kunjungan ke pondok pesantren saya diamanatkan untuk menggerakkan ekonomi umat, menjaga ukhuwah dan mengawal ‘ahlussunnah wal jamaah’,” katanya melalui pernyataan pers, pada pertemuan dengan kyai, habaib dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Pasuruan, di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim Selasa.

Ia mengemukakan, pihaknya akan memperkuat komitmen untuk menjadikan santri sebagai lokomotif pembangunan ke depan, terutama pembangunan ekonomi.

“Santri ini luar biasa, karena pengetahuan agamanya sangat baik dan juga kalau diberikan pengetahuan tentang perniagaan, tentang kewirausahaan akan luar biasa dampaknya kepada kemajuan, bukan hanya ekonomi, tapi pembangunan bangsa secara keseluruhan,” katanya.

Silaturahmi dengan habaib dan kyai se-Kabupaten Pasuruan ini dikoordinasikan  oleh Habib Abu bakar Assegaf dengan mengundang para pengasuh pondok pesantren di daerah “tapal kuda”.

Turut hadir dalam acara itu, KH Abdulloh Saukat, KH Fuad Nur Hasan, pengasuh Ponpes Sidogiri, KH Abdulloh Zaini pengasuh Ponpes Besuk, KH Malikulkarim, Pengasuh Ponpes Kramat, KH Asnawi Fauzan, pengasuh Ponpes Riyadlu Thullab Lekok, dan Habib Muhammad bin taufiq (putra Habib Taufik) Pengasuh Ponpes Sunni.

Dalam safarinya di Pasuruan, Sandiaga juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan peternak sapi di Tutur, Pasuruan.

“Menggerakkan ekonomi Indonesia melalui pengusaha kecil dan menengah. Juga mensejahterakan nelayan, petani, peternak dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” katanya saat bertemu dengan peternak di Pasuruan.

Baca juga: Sandiaga Uno siapkan gerakan “santripreneur” hadapi revolusi industri 4.0

Baca juga: Sandiaga Uno ajak santri turut gerakkan ekonomi umat

Baca juga: Ini kata Sandiaga tentang kemampuan “santripreneur”

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diuji coba, mobil listrik Blits tiba di Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA News) –  Tim PLN BLITS Explore Indonesia yang melakukan perjalanan keliling Indonesia menggunakan mobil listrik dan motor listrik tiba di “Kota Cantik” Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung penuh pengembangan mobil listrik yang membawa manfaat lebih besar dibandingkan mobil berbahan bakar minyak. Kami mengapresiasi akan hal ini,” kata Asisten I Setda Kota Palangka Raya Murni D Djinu, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa.

Murni mengatakan kegiatan PLN BLITS Explore Indonesia ini adalah kegiatan tur keliling Indonesia dengan jarak tempuh 20.000 kilometer. Yang menjadi spesial dari kegiatan ini adalah kendaraaan yang digunakan menggunakan energi terbarukan hasil karya anak bangsa.

“Diharapkan masyarakat juga menjadi lebih sadar akan keterbatasan minyak yang merupakan sumber energi tidak terbarukan. Kami mendukung penuh pengembangan mobil listrik ini,” kata Murni.

Ketua Tim PLN BLITS Explore Indonesia, Agus Muhlisin mengatakan perjalanan dimulai November 2018. Mobil dan motor listrik yang diberi nama BLITS dan Kasuari telah menempuh perjalanan sejauh 5.900 kilometer. Timnya pun berharap bisa menuntaskan perjalanan keliling Indonesia yang ditargetkan selesai Mei 2019.

“Tur ini untuk mencoba kemampuan komponen utama kendaraan yang dirancang, baik dari segi keamanan, performa, dan lainnya. Ini penting bila nantinya mobil ini dijadikan industri massal,” katanya.

Dia menambahkan kegiatan itu bertujuan ?untuk menguji kemampuan dan ketahanan mobil dan motor listrik yang diharapkan mampu diandalkan pada masa mendatang, karena mobil listrik tersebut jauh lebih murah, hemat, aman, dan ramah lingkungan.

Kendaraan BLITS tersebut berbentuk mobil listrik hasil karya kolaborasi dari dua universitas di Indonesia, yakni Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS).

Setelah menyelesaikan etape di pulau Jawa dan Sumatera, tim ini mulai menjelajah di wilayah Kalimantan dan telah menyelesaikan etape di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. Kini tim ini sudah tiba di PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya setelah terlebih dahulu tiba di PLN ULP Sampit.

Baca juga: Mobil listrik Blits siap jelajahi Kalbar

Di Palangka Raya, kedatangan tim PLN BLITS Explore Indonesia disambut pihak PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya bersama dengan perwakilan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Faisal Muslim mengatakan jika nantinya mobil listrik ini diproduksi secara industrial dan massal, tentu PLN akan mempersiapkan berbagai sarana dan fasilitas penunjang.

“Sebut saja seperti kebutuhan charging atau pengisian daya  baterai bertenaga 30 kWh, dan sekali diisi ulang mampu menempuh jarak sekitar 150 kilometer. Nah ini semua tentu telah kami kaji,” kata Faisal.

Tim PLN BLITS Explore Indonesia ini pun dijadwalkan akan meneruskan tur dengan mengambil etape ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca juga: Gerbang menuju era kendaraan listrik

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2019

Kementerian ESDM catat pengolahan sawit mentah capai 38.320 ton/jam

Jakarta  (ANTARA News) – Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat kapasitas pengolahan kelapa sawit mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton per jam dari total 391 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

“Bioenergi berbahan baku minyak kelapa sawit (CPO) sangat potensial untuk terus dikembangkan di Indonesia. Setidaknya ada 391 PKS yang tersebar di wilayah Indonesia dengan tingkat produktivitas yang tinggi,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa.

Sebaran PKS tersebut, rinci Agung, terdapat di regional Sumatera sebanyak 505 pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 22.905 ton per jam, Kalimantan memiliki 257 pabrik (13.989 ton/jam), Sulawesi 19 pabrik (890 ton/jam), Maluku dan Papua 8 pabrik (485 ton/jam) serta 2 pabrik (50 ton/jam) di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Agung menilai potensi minyak kelapa sawit yang ada sejalan dengan upaya Pemerintah mempeluas kebijakan pemanfaatan bioenergi di semua sektor terutama transportasi dan pertambangan, untuk impelementasi mandatori Biodiesel sebesar 20 persen (B20) dalam Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Pemanfaataan Biodiesel menjadi salah satu mandatori yang harus dilaksanakan. Apalagi dari tahun ke tahun produksi CPO makin tinggi,” ungkap Agung.

Pada tahun 2015, kebutuhan CPO mencapai 5,05 juta kilo liter (kl) dengan tingkat mandatori sebesar 15 persen. Jumlah ini terus meningkat hingga angka 7,35 KL (kebutuhan) dan 20 persen (mandatori) pada tahun 2018.
   
Ditargetkan, akan ada 7,58 juta KL biodiesel yang akan dibutuhkan pada tahun 2019 dan 11,7 juta KL di 2020 dengan tingkat mandatori sebesar 20 persen pada tahun 2019 dan 2020.

Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah menggenjot pemanfaatan biodiesel melalui penerbitan regulasi mengenai perluasan insentif Biodiesel untuk sektor Non-PSO Permen ESDM No.12 Tahun 2018 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan Permen ESDM No. 41 Tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan BBN Jenis Biodisel dalam Kerangkan Pembiyaaan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Tingginya penyerapan atas pemanfaatan CPO terhadap total produksi CPO memberikan rasa optimis Pemerintah untuk terus mengembangkan CPO untuk biodiesel.

Dari 18 persen pemanfaatan CPO untuk biodiesel di tahun 2015 nantinya akan mencapai 26 persen di tahun 2020. “Seiring meningkatnya kebutuhan dan berkembangnya teknologi, penerapan biodiesel ini bisa kita tingkatkan. Kami optimis dan sangat memungkinkan,” tutup Agung.
 

Baca juga: Kementerian ESDM: Alokasi biodiesel 2019 sekitar 6,2 juta kilo liter
Baca juga: Darmin sebut pelaksanaan kebijakan biodiesel B20 sudah baik

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelindo I rampungkan modernisasi Pelabuhan Tanjung Balai Asahan

Jakarta (ANTARA News) – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah menyelesaikan modernisasi penataan terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, yang dibangun sejak 2017.

“Selesainya penataan Terminal Penumpang Teluk Nibung Tanjung Balai Asahan ini adalah wujud komitmen perseroan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Harapannya pasca modernisasi ini kenyamanan pengguna jasa transportasi laut akan semakin meningkat,” kata General Manager Pelabuhan Tanjungbalai Asahan, Aulia Rahman Hasibuan di Jakarta, Selasa.

Aulia mengatakan terminal penumpang ini memiliki bangunan dua lantai dengan luas total 1.480,5 m2 terdiri dari lantai satu seluas 790,82 m2 dan lantai dua dengan luas 689,68 m2.

Kedua lantai tersebut mampu menampung sekitar 800 orang. Fungsional lantai satu digunakan untuk area check in, bea cukai, imigrasi untuk kedatangan, ruang VIP dan ruang karantina. Sementara lantai dua digunakan untuk ruangan imigrasi keberangkatan, ruang tunggu penumpang, dan area kedai kopi.

Pelabuhan ini juga akan dilengkapi dengan area makan Teluk Nibung Food Court yang menyediakan berbagai menu untuk dinikmati masyarakat.

“Arus penumpang selama tahun 2018 sebesar 56.421 orang yang naik turun melalui Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dengan tujuan Port Klang dan Port Hutan Melintang,” kata Aulia.

Aulia menambahkan saat ini pihak Pelindo 1 telah mengembangkan kerja sama dengan BUMD dan Pemerintah Tanjung Balai untuk menjadikan Pelabuhan Teluk Nibung sebagai pelabuhan ekspor impor di Kota Tanjungbalai.

Untuk itu, selain terminal penumpang yang modern, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan juga mengembangkan terminal kargo yang kompetitif.

Pelabuhan Tanjung Balai Asahan yang dikembangkan Pelindo 1 mempunyai fasilitas terdiri dari dermaga dengan panjang 204 m, gudang seluas 2000 m2, lapangan penumpukan seluas 1.625 m2. Pelabuhan Tanjung Balai Asahan sangat strategis karena menjadi pintu ekspor sayuran dan ikan tujuan Malaysia

Ada pun sejumlah terminal penumpang yang dikelola Pelindo 1 dan sudah dimodernisasi dengan fasilitas setara bandara, antara lain Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Sibolga dan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhub maksimalkan penggunaan Tol Laut

ANTARA-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pembangunan tol laut memberi banyak manfaat seperti  kelancaran distribusi yang berdampak berkurangnya disparitas harga.  Menhub memastikan dari tahun ke tahun pemerintah terus melakukan peningkatan untuk memaksimalkan tol laut.

Ini kata pakar transportasi soal TOD yang berhasil

Ada ketergantungan sangat tinggi dari masyarakat dengan angkutan massal tersebut

Jakarta (ANTARA News) – Pakar Rekayasa Transportasi Institut Teknologi Bandung Sony Sulaksono WIbowo mengatakan kawasan berorientasi transit (TOD) yang berhasil adalah yang membuat masyarakat memiliki ketergantungan tinggi terhadap moda transportasi massal yang dioperasikan di kawasan tersebut, baik itu MRT, LRT atau lainnya.

“Ada ketergantungan sangat tinggi dari masyarakat dengan angkutan massal tersebut,” kata Sony kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan untuk menciptakan sifat ketergantungan terhadap moda transportasi massal adalah dengan memusatkan seluruh kegiatan di stasiun dan tempat-tempat publik, baik itu sekolah, pusat berbelanjaan, perkantoran dan perumahan tidak jauh dari stasiun maksimal satu kilometer. 

Berkaca dari Singapura, lanjut dia, hampir seluruh kegiatan bisa dilakukan di stasiun dan ada akses langsung menuju tempat-tempat umum tersebut.

Terlebih, bagi pemilik kendaraan yang rumahnya dekat dengan stasiun dikenakan pajak lebih tinggi, selain itu sedikitnya tempat parkir di kawasan TOD, efektif membuat orang untuk tidak mengendarai mobil pribadi dan memilih naik MRT.

“Kalau kita belajar TOD yang sebenarnya, Singapura adalah contoh TOD yang benar di mana semua aktivitas ada di stasiun, orang yang tinggal di sekitar situ sangat tergantung, enggak perlu keluar stasiun semua kebutuhan sudah ada,” katanya.

Selain mengurangi kemacetan secara signifikan karena penurunan jumlah pengguna kendaraan pribadi, efek positif dari TOD adalah pendapatan dari nontiket bisa tumbuh dan bahkan melampaui pendapatan dari tiket.

“MRT tidak bisa mengandalkan 100 persen dari tiket, MRT Singapura saja penghasilan tiket dan tambahan dari iklan, gerai di stasiun baru menutupi 70-80 persen dari biaya operasional,” katanya.

Untuk kondisi MRT Jakarta, dia berpendapat, masih banyaknya lahan parkir, sehingga masih ada opsi bagi masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau lahan parkir masih banyak, orang merasa enggak perlu naik MRT ke mall, akibatnya penumpang MRT jadi sedikit,” katanya.

Namun, Ia mengatakan hasil dari pembangunan MRT plus TOD memang dibutuhkan proses yang lama setidaknya 20 tahun, misalnya Singapura yang membangun MRT tahun 1987, baru terasa dampaknya pada tahun 2000an, kemudian Hong Kong dan Manila, Filipina pun demikian. 

Sony menambahkan pembangunan TOD juga sebaiknya paralel dengan pembangunan sarana dan prasarana MRT, sehingga nilai tambah bisa dirasakan lebih cepat.

“Kalau misalnya ketika MRT dioperasikan enam bulan atau satu tahun rugi ya wajar karena jaringannya belum penuh dan kawasan TOD belum terbangun,” katanya.

Baca juga: TOD, “magnet” integrasi dan bisnis MRT
Baca juga: MRT: munculkan kultur baru bertransportasi dan jalan kaki

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kerajinan mozaik Bantul siap rambah pasar Eropa

Tahun ini rencana produk akan kita ekspor ke Eropa, tujuan utamanya ke Spanyol dan Jerman

Yogyakarta (ANTARA News) – Produk kerajinan mozaik yang dikembangkan Suyanto, warga Dusun Semoyan, Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun ini akan diekspor ke beberapa negara di Eropa.

“Tahun ini rencana produk akan kita ekspor ke Eropa, tujuan utamanya ke Spanyol dan Jerman,” kata perajin mozaik Suyanto, di Bantul, Selasa.

Menurut dia, usaha yang dirintisnya sejak 2010 ini sudah pernah diekspor ke beberapa negara Asia seperti Jepang, India, dan negara-negara di Timur Tengah. Namun, dia mengatakan, saat itu masih mengandalkan sistem dagang yang bertindak sebagai pemasok barang.

Kerajinan mozaik yang diproduksinya hingga 2019 telah mencapai 20 item diantaranya vas bunga, tempat tisu, tempat buah, tempat gelas, jam dinding, bingkai cermin, bingkai foto, guci, dan asbak.

Produk-produk tersebut dibanderol dengan harga Rp10.000 hingga Rp10.000.000 tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

 “Kalau seperti jam dinding tergantung dari bahan pendukung, harganya mulai Rp100.000 hingga Rp200.000,” kata dia.

Saat ini, dia mengaku mulai sibuk mengurus persyaratan administrasi untuk keperluan ekspor seperti surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Hak Merek, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Selain itu, pihaknya akan menambah jumlah tenaga kerja yang sebelumnya hanya berjumlah 3 orang serta akan terus mengembangkan inovasi produk.

“Inovasi pasti akan terus kita kembangkan, baik dari segi desain maupun dari jenis itemnya,” kata pemilik usaha “Surya Citra Mozaik” ini.

Diharapkannya ke depan akan ada sinergi antar pelaku seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pariwisata, dan Tenaga Kerja.

Selain itu, teknik-teknik produksi kerajinan mozaik ini bisa dibagikan kepada siapapun, salah satunya siswa-siswa SMK dalam bentuk pelatihan.

“Saya ingin berbagi ilmu makanya kalau ada pameran pasti saya tulisi `Mau beli, mau belajar, atau mau pesan` intinya semua saya layani,” kata dia.
Baca juga: Kerajinan tangan upaya PMI bantu pulihkan ekonomi korban tsunami Pandeglang
Baca juga: Produk kerajinan Indonesia berupaya tembus pasar global di Frankfurt

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penjualan benih sawit anjlok di awal 2019

Medan  (ANTARA News) – Penjualan benih sawit di dalam negeri anjlok di Januari 2019 sebagai dampak turunnya harga jual tandan buah segar atau TBS di 2018 serta langkah “wait and see” perusahaan sawit di tahun politik.

“Di PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan misalnya pada Januari 2019 hanya bisa menjual benih sawit sebanyak 1.238.453 butir,” ujar Direktur PPKS Medan, Hasril Hasan Siregar di Medan, Selasa.

Penjualan di Januari 2019 itu anjlok dibandingkan periode sama 2018 yang bisa sebanyak 2.633.029 butir.

Penjualan benih sawit PPKS di Januari 2019 itu, katanya, bahkan jauh di bawah angka penjualan 2017 sebanyak 2.020.220 butir.

“Masih syukur PPKS bisa jual benih di angka 1 juta-an, perusahaan lain bahkan tidak sampai 1 juta,” katanya.

Dia mengakui, penjualan benih memang sangat dinamis dan dan berkorelasi positif dengan harga kelapa sawt.

Sementara harga TBS dan minyak sawit mentah atau crude palm oil/CPO di 2018 rendah khususnya di semester II 2018.

“Ditambah lagi ada tahun politik yang membuat perusahaan melakukan `wait and see` dalam pengembangan bisnis. Otomatislah permintaan benih turun,” ujar Hasril.

Hasril menyebutkan, PPKS dan tentunya semua perusahaan produsen benih berharap harga jual CPO semakin bagus.

Kemudian Pemilu berjalan aman dan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pemerintah berjalan lancar di 2019.

“Kalau ketiga faktor itu yakni harga CPO naik, Pemilu aman dan lancar serta program PSR berlanjut diyakini penjualan benih sawit akan kembali membaik,” katanya.

Hasril menyebutkan, meski permintaan lesu di awal tahun, PPKS Medan masih optimistis bisa menjual benih kelapa sawit sebanyak 24,5 juta butir seperti yang ditargetkan pada 2019.

Target penjualan di 2019 itu sendiri ujar dia, naik dari rencana 2018 yang sebesar 23 juta butir dengan realisasi 24.142.761 butir.

“Memang ada prediksi harga jual TBS?belum kembali bagus. Tetapi PPKS Medan masih optimistis bisa menjual seperti yang ditargetkan,” ujar Hasril.

Baca juga: Pemerintah putuskan bebaskan tarif pungutan BPDP kelapa sawit

Baca juga: Harga referensi CPO Juni 2018 turunBaca juga: Harga referensi CPO Juni 2018 turun

Pewarta:
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menilik masa depan “unicorn”

Jakarta, (ANTARA News) – Kata “unicorn” menjadi salah satu perbincangan yang hangat di kalangan masyarakat maupun jagat maya seusai berakhirnya debat capres 2019 putaran kedua, pada Minggu malam (17/2).

Makhluk mitologi yang digambarkan sebagai kuda bertanduk itu tiba-tiba muncul ketika calon presiden nomor 01 Joko Widodo mengajukan pertanyaan kepada calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto.

Dalam sesi debat inspiratif, Jokowi mempertanyakan upaya yang akan dilakukan oleh Prabowo, apabila terpilih sebagai presiden, untuk mendukung pengembangan “unicorn” di Indonesia.

Namun, “unicorn” yang dimaksud kali ini adalah perusahaan rintisan (startup) yang sudah memiliki valuasi nilai hingga satu miliar dolar AS.
Dari tujuh “unicorn” yang berada di kawasan Asia Tenggara, empat berasal di Indonesia yaitu GoJek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak.
“Unicorn” bukan satu-satunya istilah untuk menunjukkan golongan sebuah perusahaan rintisan, karena kini juga dikenal “decacorn” dan “hectocorn”.

“Decacorn” digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi 10 miliar dolar AS, sementara “hectocorn” sebesar 100 miliar dolar AS. Jawaban atas pertanyaan tersebut membuat suasana sedikit cair, karena Prabowo sedikit kurang memahami substansi maupun konteks yang ditanyakan oleh Jokowi.

“Yang bapak maksud ‘unicorn’? maksudnya yang ‘online-online’ itu?,” kata Prabowo yang sepanjang debat tersebut lebih banyak beretorika mengenai kemandirian ekonomi.

Prabowo pun memberikan jawaban akan mengurangi regulasi dan pembatasan yang selama ini menghambat perkembangan usaha rintisan lokal, termasuk mengatasi persoalan perpajakan.

Meski mendukung sepenuhnya pengembangan “unicorn”, Prabowo justru mengingatkan bahwa lahirnya perusahaan startup ini justru bisa mempercepat larinya uang dari Indonesia ke luar negeri. “Ini masalah bangsa, karena kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia,” katanya.

Entah kebetulan atau tidak, pertanyaan mengenai “unicorn” ini muncul tidak lama setelah pendiri Bukalapak Achmad Zaky di media sosial mempertanyakan rendahnya dana untuk riset dan pengembangan bagi industri e-commerce.

Cuitan yang menganggap pemerintah kurang mendukung pengembangan industri dagang berbasis jaringan juga menimbulkan polemik karena meminta “presiden baru” untuk mengatasi persoalan ini.

Baca juga: Pengamat: isu “unicorn” bentuk peringatan Prabowo

Dukungan pemerintah
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan banyak capaian yang sudah dilakukan untuk mendorong penguatan dan melahirkan “unicorn” baru di Indonesia.

Salah satunya, program 1.000 rintisan lokal baru untuk mendukung penambahan “unicorn” yang mampu memasarkan produk dalam negeri dan dapat bersaing di tingkat global.

“Kita sudah menyiapkan program 1.000 startup baru yang kita link-kan dengan inkubator-inkubator di tingkat global, agar inovasi mereka berkembang di negara lain,” kata Jokowi.

Selain itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa Palapa Ring telah disiapkan untuk mendukung konektivitas hingga tingkat kabupaten dan desa.

Melalui jaringan internet yang kuat di seluruh Indonesia maka diharapkan makin tumbuh perusahaan rintisan dari daerah yang mampu mengembangkan potensi ekonomi dari luar Jawa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan pemerintah selama ini telah mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendorong penguatan “unicorn”.

“Kami makin meningkatkan kapasitas SDM dengan suatu kurikulum yang mampu membuat mereka menjadi pionir inovatif,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (18/2), seusai acara debat.

Investasi SDM ini berupa pembenahan pendidikan vokasi maupun bantuan dana kepada universitas agar kehidupan riset dan pengembangan dalam teknologi informasi dapat menghasilkan inovasi yang berguna.

Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong penguatan “unicorn” adalah mencari skema yang tepat terkait dengan perpajakan agar sesuai kondisi terkini dan tidak menganggu kelangsungan usaha dari industri ini.

“Kami bersama-sama dengan industri, pelaku ‘unicorn’nya sendiri, untuk bisa melihat sebetulnya kebutuhannya seperti apa. Dari sisi fasilitas dan dukungan, bagaimana bentuk yang dibutuhkan,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Anggapan “unicorn” jadi penyebab dana lari ke luar negeri dinilai gagal paham

Dorong investasi masuk
Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero mengatakan tumbuhnya perusahaan rintisan lokal dapat mendorong masuknya investasi asing ke Indonesia yang saat ini merupakan pasar potensial ekonomi.

Oleh karena itu, ia memastikan perusahaan startup dapat makin berkembang karena pelaku usaha asing yang menanamkan modal ke “unicorn” Indonesia merupakan investor berkelas dunia dengan dana kelolaan yang sangat besar.

“Jadi, bagaimana caranya bisa membawa uang ke luar negeri? Justru, yang ada uang luar negeri masuk ke Indonesia,” kata Poltak ikut mengklarifikasi pernyataan Prabowo dalam debat capres.

Ia menegaskan kondisi perekonomian Indonesia sedang tumbuh positif sehingga apabila investasi masuk ke “unicorn” Indonesia, bukan tidak mungkin dapat menguasai pasar Asia Tenggara yang mempunyai populasi 560 juta jiwa. 

“Unicorn’ di Indonesia ini rajanya Asia Tenggara. Kalau bisa masuk ke pasar Indonesia yang kompleks, pasti bisa masuk ke negara lain,” ujarnya.

Poltak juga menjelaskan bahwa sistem investasi dan struktur organisasi dalam perusahaan rintisan lokal berbeda dengan perusahaan biasa, karena pendiri masih mempunyai peranan sentral. 

Dengan kondisi itu, menurut dia, masuknya investor asing tidak akan mengubah perusahaan berbasis jaringan itu menjadi milik asing, karena pendiri tidak mungkin tergeser dari posisi pengendali. “Justru, sosok pendiri yang menjadi daya tarik investor asing,” kata Poltak.

Meski pertumbuhan “unicorn” diperkirakan makin pesat karena iklim bisnis di kawasan yang bersahabat, pemerintah juga diingatkan untuk membuat regulasi yang jelas.

Pengajar Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan pemerintah masih belum mempunyai regulasi yang tepat untuk mengantisipasi perkembangan perusahaan rintisan yang pesat.

“Pemerintah sangat terlambat mengantisipasi dan tidak jelas arahnya ditambah masing-masing instansi jalan sendiri-sendiri,” kata Djoko.
Menurut dia, saat ini sudah ada “unicorn” di Indonesia yang mulai mengarah kepada sistem kapitalistik karena tidak diikuti aturan yang bisa melindungi mitra kerja.

Djoko juga mengingatkan bahwa sistem aplikasi yang melekat kepada sejumlah “unicorn” saat ini belum diawasi serta diaudit oleh lembaga yang berwenang.

Meski demikian, pemerintah bersama dunia usaha terus mendorong pengembangan rintisan lokal agar mampu bersaing, seiring dengan pembenahan dari sisi regulasi maupun infrastruktur, secara bertahap. Upaya “all out” ini dilakukan untuk mengakomodasi permintaan anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan mempunyai keinginan untuk memajukan kinerja perekonomian domestik. 

Dengan upaya tersebut, tidak mengherankan apabila dalam waktu dekat ada perusahaan rintisan di Indonesia yang naik status menjadi “decacorn” pada 2019.

Baca juga: Asal mula istilah “unicorn” pada startup
Baca juga: Menkeu dukung peningkatan SDM untuk penguatan Unicorn

Oleh Satyagraha
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peneliti Indef: Impor seharusnya jadi opsi terakhir

Impor bisa dilakukan, namun menjadi pilihan terakhir ketika produksi minus dan cadangan Bulog sudah tidak bisa diusahakan dari dalam negeri.

Jakarta (ANTARA News) – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menyebut kebijakan impor seharusnya menjadi opsi terakhir untuk memenuhi fungsi Bulog sebagai badan penyangga kebutuhan pangan.

“Impor bisa dilakukan, namun menjadi pilihan terakhir ketika produksi minus dan cadangan Bulog sudah tidak bisa diusahakan dari dalam negeri,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Rusli menjelaskan Bulog sebagai lembaga penyangga kebutuhan pangan, membutuhkan minimal 1,5 juta ton untuk cadangan jika terjadi hal-hal mendesak seperti bencana atau gagal panen.

Namun, surplus sekitar hampir 3 juta ton beras yang ada di masyarakat tidak bisa sepenuhnya diserap oleh Bulog karena sejumlah kondisi seperti kualitas yang tidak sesuai hingga kebiasaan masyarakat yang menyimpan beras untuk kebutuhan sendiri.

Di sisi lain, jika Bulog kekurangan cadangan, maka impor menjadi jawaban agar gudang BUMN itu bisa tetap menyimpan pasokan beras.

“Hanya saja yang diimpor itu kadang tidak semua masuk ke Bulog, justru malah ke pasar. Makanya perlu ada manajemen logistik yang baik untuk mengaturnya,” katanya.

Sebelumnya, isu impor pangan mengemuka dalam debat capres putaran kedua, ketika calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertanyakan impor pangan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa impor pangan masih dibutuhkan sebagai cadangan strategis untuk menstabilkan harga atau apabila terjadi gagal panen dan bencana alam.

Jokowi menyebut produksi beras mencapai 33 juta ton dengan konsumsi sebanyak 29,5 juta ton, sehingga Indonesia sudah surplus hampir 3 juta ton.

Pewarta:
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Impor beras disebut terjadi karena data tak valid

Jakarta, (ANTARA News) – Impor pangan terutama beras disebut masih terjadi karena data yang dimiliki pemerintah tidak valid mengenai ketersediaan dan kebutuhannya.

“Di beras itu, data sangat krusial karena dibutuhkan untuk melihat berapa kebutuhan dan berapa ketersediannya. Impor beras itu terjadi karena data kita masih belum valid,” kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah yang dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Rusli, data 2,8 juta ton surplus beras yang disebut calon presiden nomor urut 01 Jokowi pada saat debat capres putaran kedua, Minggu (17/2), baru ketahuan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan data pada OKtober 2018.

Sayangnya, impor justru telah dilakukan pada awal 2018, jauh sebelum data valid dari BPS dipublikasikan.

“Mungkin bisa dibilang Pak Jokowi kecolongan karena sudah impor untuk stabilkan harga beras yang tinggi sejak 2017, ternyata BPS keluarkan data bahwa ada surplus,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Rusli berharap seharusnya Jokowi bisa mendorong BPS untuk bisa mempublikasikan data lebih awal.

“Coba kalau ada data sejak 2016-2017, mungkin tidak ada impor pada 2018,” katanya.

Sebelumnya, isu impor pangan mengemuka dalam debat capres putaran kedua, ketika calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertanyakan impor pangan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa impor pangan masih dibutuhkan sebagai cadangan strategis untuk menstabilkan harga atau apabila terjadi gagal panen dan bencana alam.

Baca juga: Peneliti Indef: Impor seharusnya jadi opsi terakhir
Baca juga: Pengamat: Impor pangan bukan hal yang tabu

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WTO peringatkan perlambatan perdagangan global

Indikator prospek triwulanan WTO menunjukkan angka 96,3 atau terlemah sejak Maret 2010 dan turun dari 98,6 pada November

Jenewa (ANTARA News) – Indikator triwulanan terkemuka perdagangan barang dagangan merosot ke angka terendah dalam sembilan tahun pada Selasa, yang seharusnya membuat para pembuat kebijakan waspada terhadap perlambatan yang lebih tajam jika ketegangan perdagangan berlanjut, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengatakan pada Selasa.

Indikator prospek triwulanan WTO, gabungan dari tujuh pendorong perdagangan, menunjukkan angka 96,3 atau terlemah sejak Maret 2010 dan turun dari 98,6 pada November.

Angka di bawah 100 menandakan tren di bawah pertumbuhan dalam perdagangan.

“Kehilangan momentum yang berkelanjutan ini menyoroti urgensi mengurangi ketegangan perdagangan, yang bersama dengan bertahannya risiko-risiko politik dan volatilitas keuangan dapat menandakan perlambatan ekonomi yang lebih luas,” kata WTO dalam sebuah pernyataan.

Perkiraan WTO September lalu bahwa pertumbuhan perdagangan global akan melambat menjadi 3,7 persen pada 2019 dari perkiraan 3,9 persen pada 2018, tetapi mungkin ada perlambatan yang lebih curam atau “rebound” tergantung pada langkah-langkah kebijakan, katanya.

Indikator triwulanan didasarkan pada volume perdagangan barang dagangan pada triwulan sebelumnya, pesanan ekspor, angkutan udara internasional, jumlah peti kemas yang ditangani pelabuhan (container port throughput), produksi dan penjualan mobil, komponen elektronik dan bahan baku pertanian.

“Indeks untuk pesanan ekspor (95,3), angkutan udara internasional (96,8), produksi dan penjualan mobil (92,5), komponen elektronik (88,7) dan bahan baku pertanian (94,3) telah menunjukkan penyimpangan terkuat dari tren, mendekati atau melampaui posisi terendah sebelumnya sejak krisis keuangan,” kata WTO, dikutip dari Reuters.

Indeks untuk ukuran standar untuk produktivitas pelabuhan (container port throughput) cenderung naik di 100,3, tetapi itu mungkin telah dipengaruhi oleh pengiriman lebih awal sebelum kenaikan tarif AS-China yang diantisipasi, sebut WTO.

Ketegangan perdagangan internasional dapat melonjak bulan depan jika Amerika Serikat dan China meningkatkan perang tarif mereka, sebuah langkah yang dapat memiliki konsekuensi negatif bagi sistem perdagangan dunia, menurut badan perdagangan PBB UNCTAD.

Putaran baru perundingan AS-China akan berlangsung di Washington pada Selasa waktu setempat, dengan sesi tindak lanjut di tingkat yang lebih tinggi di akhir pekan ini, Gedung Putih mengatakan pada Senin (18/2/2019), setelah putaran di Beijing pekan lalu.

Baca juga: China sebut laporan kepatuhan WTO AS tidak berdasar
Baca juga: Mendag minta WTO perhatikan kepentingan negara berkembang

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyulap limbah gelas plastik menjadi tas cantik

329 Views

 (Antara)-Berbagai cara dilakukan masyarakat guna mengurangi sampah plastik di kawasan, Denpasar,  Bali. salah satunya, Menyulap limbah gelas plastik, yang sudah tak terpakai, menjadi kerajinan tas bernilai ekonomi tinggi.

Kerajinan mozaik Bantul akan diekspor ke Eropa

Tahun ini rencana produk akan kita ekspor ke Eropa, tujuan utamanya ke Spanyol dan Jerman

Yogyakarta (ANTARA News) – Produk kerajinan mozaik yang dikembangkan Suyanto, warga Dusun Semoyan, Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun ini akan diekspor ke beberapa negara di Eropa.

“Tahun ini rencana produk akan kita ekspor ke Eropa, tujuan utamanya ke Spanyol dan Jerman,” kata perajin mozaik Suyanto, di Bantul, Selasa.

Menurut dia, usaha yang dirintisnya sejak 2010 ini sudah pernah diekspor ke beberapa negara Asia seperti Jepang, India, dan negara-negara di Timur Tengah. Namun, dia mengatakan, saat itu masih mengandalkan sistem dagang yang bertindak sebagai pemasok barang.

Dia mengatakan, kerajinan mozaik yang diproduksinya hingga 2019 telah mencapai 20 item diantaranya vas bunga, tempat tisu, tempat buah, tempat gelas, jam dinding, bingkai cermin, bingkai foto, guci, dan asbak.

Dia menyebutkan produk-produk tersebut dibanderol dengan harga Rp10.000 hingga Rp10.000.000 tergantung ukuran dan tingkat kesulitan.

 “Kalau seperti jam dinding tergantung dari bahan pendukung, harganya mulai Rp100.000 hingga Rp200.000,” kata dia.

Saat ini, dia mengaku mulai sibuk mengurus persyaratan administrasi untuk keperluan ekspor seperti surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Hak Merek, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Selain itu, dia mengatakan, pihaknya akan menambah jumlah tenaga kerja yang sebelumnya hanya berjumlah 3 orang serta akan terus mengembangkan inovasi produk.

“Inovasi pasti akan terus kita kembangkan, baik dari segi desain maupun dari jenis itemnya,” kata pemilik usaha “Surya Citra Mozaik” ini.

Ia berharap ke depannya akan adanya sinergitas antar pelaku seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pariwisata, dan Tenaga Kerja.

Selain itu, ia berharap, teknik-teknik produksi kerajinan mozaik ini bisa dibagikan kepada siapapun, salah satunya siswa-siswa SMK dalam bentuk pelatihan.

“Saya ingin berbagi ilmu makanya kalau ada pameran pasti saya tulisi `Mau beli, mau belajar, atau mau pesan` intinya semua saya layani,” kata dia.
 

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin sosialisasikan indikator kesiapan manufaktur terapkan Industri 4.0

INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan menuju industri 4.0

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Perindustrian gencar melakukan sosialiasi kepada para pelaku industri manufaktur di Indonesia mengenai indikator penilaian penerapan teknologi industri 4.0  atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang merupakan bagian dari tahap implementasi Making Indonesia 4.0.

“Melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, kita menyatakan kesiapan memasuki era industri 4.0. Artinya, kita juga sudah punya strategi dan arah yang jelas dalam merevitalisasi manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ngakan menyampaikan hal itu pada Workshop Self Assessment dengan tools INDI 4.0 di Jakarta. Kemenperin menyelenggarakan lokakarya tersebut, dengan mengundang 112 perusahaan industri yang mewakili lima sektor manufaktur yang sedang mendapat prioritas pengembangan industri 4.0. 

Kelima sektor itu adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

“INDI 4.0 merupakan sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan menuju industri 4.0,” jelas Ngakan. 

Bagi industri, INDI 4.0 mempunyai banyak fungsi, di antaranya sebagai acuan untuk menentukan posisi perusahaan yang kaitannya dengan industri 4.0 sehingga dapat menentukan strategi perusahaan ke depan.

Ngakan menambahkan, sejumlah negara juga sudah memiliki sistem pengukuran implementasi industri 4.0, seperti Industrie 4.0 Readiness dari VDMA Jerman dan The Singapore Smart Industry Readiness Index. 

“Yang membedakan INDI 4.0 dengan indeks tersebut, adalah adanya penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi industri di Indonesia,” tegasnya.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITDC targetkan sirkuit Mandalika siap digunakan untuk MotoGP 2021

ITDC bertanggung jawab membangun pembentukan badan jalan mulai Oktober tahun ini. Ada beberapa terowongan juga yang harus dibuat, sehingga nanti akhir tahun 2020 uji kelayakan. Setelah itu nanti diputuskan kita ikut race Maret atau Oktober 2021

Jakarta *ANTARA News) – BUMN pengembang destinasi pariwisata terpadu, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan sirkuit jalan raya di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, NTB, siap digunakan pada kejuaraan balap motor MotoGP Tahun 2021.

Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan di Jakarta, Selasa, mengatakan pembangunan Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) ini dilakukan oleh ITDC dan anak perusahaan konstruksi global dari Prancis, Vinci Construction Grands Projets (VCGP).

“ITDC bertanggung jawab membangun pembentukan badan jalan mulai Oktober tahun ini. Ada beberapa terowongan juga yang harus dibuat, sehingga nanti akhir tahun 2020 uji kelayakan. Setelah itu nanti diputuskan kita ikut race Maret atau Oktober 2021,” kata Wirawan usai konferensi pers.

Wirawan menjelaskan ITDC akan memulai pembentukan badan jalan pada Oktober tahun ini. Pembangunan badan jalan diperkirakan memakan waktu 6-9 bulan dan selesai pada semester-II Tahun 2020.

Selain itu, jaringan drainase bawah tanah dengan kedalaman 2×2 meter juga dipersiapkan untuk membangun jaringan pipa air, gas, listrik dan fiber optik.

Menurut dia, jaringan drainase bawah tanah harus selesai terlebih dahulu sebelum jalan dilapisi aspal yang sesuai untuk trek balap.

Pembangunan infrastruktur di KEK Mandalika, termasuk untuk sirkuit jalan raya, membutuhkan investasi sebesar Rp4,54 triliun.

“Seluruhnya itu Rp4,5 triliun sampai 7 tahun ke depan, tetapi yang kita belanjakan Rp3,6 triliun akan habis terserap dalam 3 tahun sampai 2021,” kata dia.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan sirkuit sepanjang 4,32 kilometer ini akan menjadi satu-satunya sirkuit jalanan di dunia yang menawarkan panorama indah lagun, solar cell farm, lapangan golf, area komersil dan perkotaan, serta Samudera Hindia.  

Abdulbar memproyeksi kejuaraan motor dunia MotoGP akan menarik kunjungan wisatawan 100.000-150.000 orang per hari.

“Untuk satu kali race biasanya empat hari mulai dari kualifikasi sampai ‘actual race’. Kalau ditotal untuk satu tahun tergantung berapa balapan yang akan digelar. Mungkin untuk permulaan setahun dua kali race,” kata Abdulbar.

Komitmen pembangunan sirkuit sepanjang 4,32 kilometer ini tercapai setelah ITDC menandatangani Master Land Utilization and Development Agreement (LUDA Induk) dengan Vinci Construction Grands Projets (VCGP), untuk pemanfaatan dan pembangunan lahan seluas 131 ha di KEK Pariwisata Mandalika.

Komitmen pembangunan Distrik Entertainment and Sport di KEK Mandalika termasuk sirkuit jalan raya ini akan membawa investasi (FDI) sebesar 1 miliar dolar AS dalam kurun waktu kurang lebih 15 tahun ke depan.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medco berminat kelola Blok Corridor

Medco akan mematuhi aturan pemerintah, yaitu menunggu ditawarkan dulu kepada kontraktor eksisting dan kemudian ke Pertamina

Jakarta (ANTARA News) – PT Medco Energy Internasional berminat mengelola ladang minyak dan gas, Blok Corridor, yang ada di wilayah Sumatera Selatan. 

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro usai menghadiri seminar energi di Jakarta, Selasa mengatakan untuk bisa mengelola blok migas ini Medco akan mematuhi aturan pemerintah, yaitu menunggu ditawarkan dulu kepada kontraktor eksisting dan kemudian ke Pertamina. 

Blok Corridor ini dikelola oleh tiga kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yaitu ConocoPhillips, Repsol dan PT Pertamina (Persero). 

Kontraktor ConocoPhillips bertindak sebagai operator dengan hak kelola 54 persen, Pertamina 10 persen, dan Repsol Energy 36 persen. 

ConocoPhilips sudah mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources.

Kontrak Blok Corridor yang terletak di daratan Sumatera Selatan akan berakhir 19 Desember 2023.  

Sementara itu, dalam paparannya terkait kondisi migas Indonesia pada seminar tersebut, Hilmi mengatakan, saat ini Indonesia berada pada masa transisi energi.

Transisi energi dari waktu ke waktu selalu berubah. Dari batubara pindah ke minyak tidak terlalu drastis, sementara saat ini batubara masih banyak dipakai untuk kelistrikan karena murah.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan, pertama lingkungan, begitu keras desakan lingkungan supaya lakukan dekarbonisasi. Kita agreed konvensi di Paris. Kedua elektrifikasi. Terakhir teknologi. Paling relevan buat kita adalah storage,” kata dia.  

Dia mengatakan bagi Indonesia, porsi minyak sampai 2035 masih penting, pertumbuhannya 2,6 persen, selain pertumbuhan konsumsi listrik.

Tahun 2035-2040, kombinasi defisit bahan bakar jenis gasoline ditambah diesel bisa sampai satu juta barel per hari.

“Konsumsi energi yang besar itu good for us, drive the economy. Tapi, kita harus produktif. Jadi, konsumsi satu juta barel ini jadi sesuatu yang produktif. Namun, jangan disubsidi. Di situlah regulator sangat berperan,” kata Hilmi.  

Menurut dia, posisi hulu migas dalam 15 tahun ke depan masih penting, untuk itu Indonesia harus berani berkompetisi yang salah satunya bisa ditunjukkan dengan instrumen fiskal terbaik.  

“Pertama fiskal harus menarik, kedua harus dihormati sampai akhir kontrak. Ketiga accelerate development. Ini kalau mau naik produksinya,” katanya.

Baca juga: Bersaing dengan EBT, Menteri Jonan minta industri gas makin kompetitif
Baca juga: Medco komitmen pertahankan tingkat produksi migas
Baca juga: Arcandra sebut pengelolaan Blok Corridor dibahas September

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini kata pakar trasnportasi soal TOD yang berhasil

Ada ketergantungan sangat tinggi dari masyarakat dengan angkutan massal tersebut

Jakarta (ANTARA News) – Pakar Rekayasa Transportasi Institut Teknologi Bandung Sony Sulaksono WIbowo mengatakan kawasan berorientasi transit (TOD) yang berhasil adalah yang membuat masyarakat memiliki ketergantungan tinggi terhadap moda transportasi massal yang dioperasikan di kawasan tersebut, baik itu MRT, LRT atau lainnya.

“Ada ketergantungan sangat tinggi dari masyarakat dengan angkutan massal tersebut,” kata Sony kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan untuk menciptakan sifat ketergantungan terhadap moda transportasi massal adalah dengan memusatkan seluruh kegiatan di stasiun dan tempat-tempat publik, baik itu sekolah, pusat berbelanjaan, perkantoran dan perumahan tidak jauh dari stasiun maksimal satu kilometer. 

Berkaca dari Singapura, lanjut dia, hampir seluruh kegiatan bisa dilakukan di stasiun dan ada akses langsung menuju tempat-tempat umum tersebut.

Terlebih, bagi pemilik kendaraan yang rumahnya dekat dengan stasiun dikenakan pajak lebih tinggi, selain itu sedikitnya tempat parkir di kawasan TOD, efektif membuat orang untuk tidak mengendarai mobil pribadi dan memilih naik MRT.

“Kalau kita belajar TOD yang sebenarnya, Singapura adalah contoh TOD yang benar di mana semua aktivitas ada di stasiun, orang yang tinggal di sekitar situ sangat tergantung, enggak perlu keluar stasiun semua kebutuhan sudah ada,” katanya.

Selain mengurangi kemacetan secara signifikan karena penurunan jumlah pengguna kendaraan pribadi, efek positif dari TOD adalah pendapatan dari nontiket bisa tumbuh dan bahkan melampaui pendapatan dari tiket.

“MRT tidak bisa mengandalkan 100 persen dari tiket, MRT Singapura saja penghasilan tiket dan tambahan dari iklan, gerai di stasiun baru menutupi 70-80 persen dari biaya operasional,” katanya.

Untuk kondisi MRT Jakarta, dia berpendapat, masih banyaknya lahan parkir, sehingga masih ada opsi bagi masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau lahan parkir masih banyak, orang merasa enggak perlu naik MRT ke mall, akibatnya penumpang MRT jadi sedikit,” katanya.

Namun, Ia mengatakan hasil dari pembangunan MRT plus TOD memang dibutuhkan proses yang lama setidaknya 20 tahun, misalnya Singapura yang membangun MRT tahun 1987, baru terasa dampaknya pada tahun 2000an, kemudian Hong Kong dan Manila, Filipina pun demikian. 

Sony menambahkan pembangunan TOD juga sebaiknya paralel dengan pembangunan sarana dan prasarana MRT, sehingga nilai tambah bisa dirasakan lebih cepat.

“Kalau misalnya ketika MRT dioperasikan enam bulan atau satu tahun rugi ya wajar karena jaringannya belum penuh dan kawasan TOD belum terbangun,” katanya.

Baca juga: TOD, “magnet” integrasi dan bisnis MRT
Baca juga: MRT: munculkan kultur baru bertransportasi dan jalan kaki

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Kalbar dibanjiri puluhan ribu wisatawan

Jakarta (ANTARA News) – Acara puncak perayaan Cap Go Meh 2019 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dibanjiri lebih dari 70.000 wisatawan yang datang dari berbagai tempat untuk menyaksikan salah satu event andalan dalam 100 Calender of Events Wonderful Indonesia 2019 itu.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan festival ini diharapkan bisa memberikan dampak dari sisi nilai kreatif dan nilai komersial.

“Dari sisi ‘commercial value’ kedatangan banyak wisatawan akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” katanya. 

Ia hadir dan membuka Festival Cap Go Meh 2019 di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa.

Tercatat, Festival Cap Go Meh tahun ini dihadiri sekitar 76.964 wisatawan baik dari wilayah domestik maupun mancanegara.  Jumlah itu meningkat dari 2018 yang hanya sekitar 70.000 wisatawan. 

Sebagian besar wisman yang berkunjung berasal dari Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, dan Filipina.

Puluhan ribu wisatawan yang menyesaki Jalan Diponegoro, Kota Singkawang, itu menanti arak-arakan 12 replika naga berukuran 20 meter dan 1.050 patung dalam rangkaian acara puncak Cap Go Meh 2019.

Menpar juga berharap dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Singkawang, unsur Atraksi, Amenitas dan Aksestabilitas (3A) sebagai prasyarat pariwisata maju semakin memadai di Kota Singkawang.

Dari sisi atraksi, lanjut Menpar Arief, Festival Cap Go Meh bisa menjadi daya tarik utama kelas dunia bagi wisatawan. 

Namun, kata dia, untuk mencapai destinasi internasional harus terlebih dahulu melalui proses kurasi secara profesional dari para koreografer, disainer, dan musisi berstandar nasional.

Sementara terkait akses, Menpar menekankan pentingnya untuk memberikan kemudahan dan alternatif akses perjalanan menuju destinasi wisata. 

Umumnya wisatawan akan mempertimbangkan akses jalan jika jarak tempuhnya lebih dari 3 jam perjalanan darat. Sementara jarak tempuh menuju Kota Singkawang dari Pontianak sendiri sejauh 150 km.

“Pilihannya ada 2, membangun jalan tol atau membangun bandara. Untuk jalan tol dipastikan pembangunannya akan mahal dan perlu waktu lama. Tetapi bila membangun bandara itu lebih cepat dengan perkiraan biaya sekitar Rp1,3 triliun. Ada kabar baik kemarin, Senin, Menteri Perhubungan Budi Karya sudah melakukan ground breaking pembangunan bandara di Singkawang,” kata Menpar.

Sementara dari sisi amenitas atau akomodasi, Menpar menyarankan agar Kota Singkawang segera merencanakan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Pembangunan KEK memang tidak mudah karena memerlukan “feasibility study” yang matang dan lahan yang relatif luas.

“Lahan untuk KEK minimal perlu 300 hektare, tapi KEK ini akan didukung penuh jika sudah ditetapkan, ini juga agar tingkat pengembalian investasi dari bandara yang akan dibangun bisa dimaksimalkan dari KEK tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, Festival Cap Go Meh sudah ditetapkan menjadi event skala nasional yang sudah dikenal wisatawan mancanegara (wisman) sehingga keberlangsungannya harus dipertahankan. 

“Apalagi pada 2018 Singkawang mendapatkan predikat Kota Toleran se-Indonesia. Ini modal utama sebagai kota pariwisata dan modal bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Singkawang,” katanya.

Kota Singkawang, lanjut Tjhai Chui Mie, merupakan kota yang multietnis dan dapat dikatakan sebagai cerminan dari Indonesia yang plural, berbeda-beda tetapi tetap satu. 

“Pluralisme dan multietnis menjadi daya tarik Kota Singkawang, ini tidak menjadikan kami terpecah-pecah. Ini justru sesuatu yang membuat Kota Singkawang berbeda dan unik,” katanya.

Baca juga: Ruas Utara Jalan Pancoran Glodok ditutup dua hari untuk festival Cap Go Meh
Baca juga: Menjaring wisatawan mancanegara perbatasan
Baca juga: Pontianak persiapkan perayaan Cap Go Meh

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anggapan “unicorn” jadi penyebab dana lari ke luar negeri dinilai gagal paham

Justru, yang terjadi uang luar negeri masuk ke Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Tudingan terhadap semakin banyak jumlah perusahan rintisan bidang informasi dan teknologi (start up) dalam negeri bervaluasi di atas  1 miliar dolar AS alias unicorn, akan mengakibatkan makin banyak uang dari Indonesia tersedot ke luar negeri dinilai sebagai gagal paham. 

“Termasuk anggapan bahwa keuntungan yang dicapai unicorn Indonesia pun bakal banyak lari ke luar negeri akibat jumlah investasi asing cukup besar,” kata Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia Poltak Hotraredo saat dimintai pendapatnya di Jakarta, Selasa.

Ia justru memperkirakan sejumlah unicorn Indonesia baru akan memetik keuntungan sekitar 10 tahun mendatang. 

Selain itu, rata-rata pembagian imbal hasil (yield) dividen hanya berkisar 2-3 persen per tahun. 

“Jadi, bagaimana caranya bisa membawa uang ke luar negeri? Justru, yang ada uang luar negeri masuk ke Indonesia,” kata Poltak.

Lagi pula, lanjut dia, investor yang menanamkan modal ke unicorn Indonesia merupakan kelas dunia sehingga, investasi yang masuk ke mereka tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan dana kelolaan mereka yang sangat besar. 

Malahan, katanya, dana asing yang masuk ke unicorn Indonesia dalam bentuk dolar Amerika Serikat tersebut kemudian dikelola dalam bentuk rupiah.

Oleh karena itu, katanya, perlu dipahami juga bahwa sistem investasi dan struktur di dalam start up berbeda dengan perusahaan biasa. 

Pendiri startup memiliki peranan sentral dalam semua penentuan keputusan di internal, karena menjadi satu-satunya yang paling paham genetik dari perusahaan tersebut.

“Masuknya investor asing tak lantas mengubah perusahaan itu menjadi milik asing dan menggeser pendiri dari posisi pengendali. Justru, sosok pendirilah yang menjadi daya tarik investor asing,” ujarnya.

Menurut Poltak, empat start up dengan kategori unicorn di Indonesia memang memiliki daya tarik sehingga mendorong minat investor asing untuk masuk karena mereka tersebut menggunakan teknologi baru yang berdampak pada efisiensi dan efektivitas. 

Keempat unicorn itu adalah Tokopedia, GoJek, Traveloka, dan Bukalapak.

Bagi investor asing, tambah dia, Indonesia adalah pasar besar karena memiliki penduduk berjumlah 256 juta jiwa dan sangat kompleks. 

Ekonomi Indonesia pun sedang tumbuh positif sehingga, bila banyak investasi bisa masuk ke unicorn di Indonesia, bukan tak mungkin akan bisa menguasai pasar Asia Tenggara yang populasinya 560 juta jiwa. 

“Unicorn di Indonesia ini rajanya Asia Tenggara. Kalau bisa masuk ke pasar Indonesia yang kompleks, pasti bisa masuk ke negara lain,” kata dia.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, khawatir jika jumlah unicorn Indonesia terus bertambah akan membawa dampak negatif. 

Alasannya, jika jumlahnya semakin banyak, maka akan mengakibatkan uang Indonesia yang tersedot ke luar negeri juga semakin besar. 

Bahkan ada yang menganggap masuknya investor asing ke unicorn Indonesia mengakibatkan statusnya berubah menjadi perusahaan asing karena berimbas terhadap komposisi pemegang saham.

Baca juga: Fadli: Prabowo ingatkan unicorn harus dinikmati dalam negeri
Baca juga: Menkeu dukung peningkatan SDM untuk penguatan Unicorn

Pewarta: Edy Sujatmiko
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan perkebunan perlu kebijakan jangka panjang

Kebijakan yang dikeluarkan harus konsisten serta visioner minimal 25 tahun ke depan. Sebab usia tanaman perkebunan cukup panjang berbeda dengan tanaman lainnya

Jakarta, (ANTARA News) – Pembangunan perkebunan di tanah air tidak bisa dilakukan secara jangka pendek namun perlu kebijakan jangka panjang  karena komoditas perkebunan berbeda dengan tanaman semusim seperti tanaman pangan.

“Jadi untuk membangun (komoditas) perkebunan diperlukan nafas yang cukup panjang sehingga caranya pun berbeda dengan membangun komoditas lainnya,” kata  Direktur Eksekutif PASPI (Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute) Tungkot Sipayung di Jakarta, Selasa.

Artinya, menurut dia, untuk membangun perkebunan harus dilihat secara menyeluruh, dan itu memerlukan investasi yang cukup besar serta berkelanjutan.

Sebab, lanjutnya,  jika salah dalam membangun perkebunan atau dilakukan secara setengah-setengah maka dampak kerugiannya akan jauh lebih besar.

Oleh karena itu,  dia menegaskan untuk membangun perkebunan harus dibuat peta jalan  jangka panjang, salah satunya pada sektor perkebunan kelapa sawit.

“Ini karena perkebunan adalah tanaman keras dan usia tanamannya cukup panjang,” ujar  Tungkot yang juga akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
 
Terkait hal itu, menurut dia,  untuk membangun sektor perkebunan kelapa sawit tahun 2045 sudah harus disusun peta jalannya dari sekarang.

Sehingga untuk membangun perkebunan dibutuhkan orang yang konsisten dan serius serta berpengalaman di bidangnya. Itu karena membangun perkebunan tidak bisa dilakukan dengan sekejap.

“Jadi dalam hal ini kebijakan yang dikeluarkan harus konsisten serta visioner minimal 25 tahun ke depan. Sebab usia tanaman perkebunan cukup panjang berbeda dengan tanaman lainnya,” katanya.

Senada dengan itu,  Sekjen Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gaperindo) Gamal Nasir menyatakan selain jangka panjang , untuk membangun perkebunan dibutuhkan kebijakan yang konsisten, mengingat sektor ini sebagai peraih devisa terbesar nasional.

“Atas dasar itulah perkebunan harus diselamatkan, apalagi komoditas perkebunan secara umum sebagian besar diusahakan oleh masyarakat atau petani swadaya. Sehingga yang dibutuhkan tidak hanya bagi-bagi benih tapi juga mengedukasi petaninya mengingat perkebunan adalah tanaman tahunan,” katanya. Sekjen Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gaperindo) Gamal Nasir (subagyo)
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor pertanian pada 2017 mencapai Rp441 triliun, atau naik 24 persen dibandingkan 2016 yang hanya Rp355 triliun.

Dari angka tersebut, ekspor di komoditas perkebunan meningkat sebesar 26,5 persen atau dari  25,5 miliar dolar AS atau Rp341,7 triliun menjadi 31,8 miliar dolar AS atau menjadi 432,4 triliun.

Mantan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian itu menyatakan, melihat pentingnya komoditas perkebunan sebagai penyangga ekonomi maka perlu adanya kesinambungan program pengembangan dapat dilanjutkan dengan orientasi pada pengembangan kawasan yg ditunjang dengan penguatan kelembagaan,  peningkatan kapasitas SDM dan  pengembangan sistem kemitraan dalam setiap suksesi kepemimpinan di Kementerian Pertanian.***1***

Baca juga: Pemerintah ingin wujudkan perkebunan rakyat di perbatasan
Baca juga: Sektor perkebunan sumbang devisa 21,4 miliar dolar AS

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkop terapkan strategi pemulihan UMKM pasca-bencana di NTB dan Sulteng

Jakarta, (ANTARA News) – Kementerian Koperasi dan UKM menerapkan strategi pemulihan UMKM pasca-bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat gempa bumi dan di Sulawesi Tengah (Sulteng) akibat tsunami, likuifaksi, dan gempa bumi.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik, di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya menerapkan strategi berupa sinergi dengan banyak pemangku kepentingan untuk memulihkan UMKM pasca-bencana.

“Di NTB misalnya program sinergi diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan pemerintah masing-masing sebesar Rp4,5 juta kepada 150 pelaku usaha mikro san kecil,” katanya.

Selain itu pihaknya juga mendorong penerapan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini serta pelatihan vocational  kepada 80 pelaku UMKM di Lombok Tengah. Ia juga menekankan, restrukturisasi usaha bagi pelaku koperasi dan UMKM sebagai hal yang penting untuk dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas kinerja koperasi dan UMKM. 

Ia menjelaskan, restrukturisasi usaha tidak hanya dilakukan oleh koperasi dan UMKM yang mengalami penurunan usaha atau usaha yang terkena bencana alam. 

“Namun restrukturisasi harus dilakukan terus-menerus agar kinerja koperasi dan UMKM lebih baik sehingga dapat meraih peluang dalam setiap persaingan,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi restrukturisasi usaha di Lombok Tengah ini, diharapkan koperasi dan UMKM di wilayah itu dapat meningkatkan performa kinerja usahanya dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. 

Pihaknya melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia juga ikut berperan aktif dalam memulihkan perekonomian masyarakat setempat dengan melaksanakan program Pelatihan Vocational Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Buah-buahan Lokal.

Pelatihan diberikan dalam bentuk pembekalan keterampilan teknis dengan pemilihan jenis pelatihan sesuai dengan potensi atau sumberdaya lokal yang tersedia di daerah setempat.

“Jadi pelatihan kami harapkan aplikatif, masyarakat bisa mengolah bahan yang mudah didapat menjadi produk yang mempunyai nilai jual atau nilai tambah dan sekaligus selepas pelatihan, peserta dapat memanfaatkan ilmu ini sebagai modal keterampilan untuk membuka lapangan usaha atau peluang usaha baru,” katanya.

Sementara itu di Provinsi Sulteng, Program Bantuan Modal Usaha akan diberikan kepada sebanyak 150 pelaku usaha mikro dan kecil di tiga kabupaten/kota terdampak bencana terparah yakni di Palu, Sigi, dan Donggala sehingga masing-masing daerah akan mendapatkan 50 penerima bantuan modal dengan dana masing-masing senilai Rp5 juta.

Hingga 29 Januari 2019 data KUMKM yang terdampak bencana di provinsi Sulawesi Tengah mencapai 100.910 unit UMKM dengan plafon kredit sebesar Rp8.038,6 triliun dan jumlah outstanding sebesar Rp5.150,5 triliun yang bersumber dari 13 perbankan dan 1 lembaga keuangan. 

Nilai restrukturisasi kredit yang telah dilakukan   sebesar Rp3.498,5 triliun untuk 22.325 unit UMKM dengan jumlah plafon dan outstanding sebesar Rp2.672,6 triliun.

Abdul Kadir mengakui upaya penanggulangan dan pemulihan usaha bagi para pelaku koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah terdampak bencana yang terjadi di Indonesia belum optimal. Hal ini kata dia, disebabkan banyaknya jumlah bencana yang terjadi dan jumlah KUMKM yang terkena bencana dalam beberapa tahun terakhir. Di samping itu, lemahnya ketahanan bisnis Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam menghadapi bencana. 

Baca juga: Dekranas siap gandeng Kemenkop bangkitkan UMKM Palu pasca-bencana
Baca juga: Kemenkop tekankan pentingnya perlindungan UMKM dalam ekonomi digital

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siap kucurkan dana eksplorasi migas 1,1 miliar dolar

Jakarta  (ANTARA News) – Pemerintah siap mengeluarkan dana 1,1 miliar dolar AS untuk kegiatan eksplorasi migas dari total modal komitmen kerja pasti sebesar 2,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp31,5 triliun.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar di Jakarta,  Selasa, mengatakan saat ini ada dana yang cukup besar untuk eksplorasi, baik dalam maupun luar wilayah kerja minyak dan gas. Kegiatan eksplorasi dibutuhkan untuk mengatasi defisit migas yang makin besar mulai 2025 hingga mencapai puncaknya pada 2050.

“Ini dana yang bisa digunakan untuk eksplorasi 5-10 tahun ke depan. Dana ini kami harapkan terus bertambah,” ujar Arcandra saat Seminar Energi Neraca Energi Indonesia, Suatu Tinjauan Kritis Sektor Migas” yang digelar Ikatan Alumni Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung.

Menurut Arcandra, dana eksplorasi saat ini yang berasal dari komitmen kerja pasti dari kontrak-kontrak dengan skema gross split jauh lebih baik dibanding sebelumnya yang hanya sebesar 5 juta dolar AS. Dana tersebut sangat kecil dengan begitu banyak wilayah yang belum dieksplorasi. 

Selain dana eksplorasi, pemerintah juga berencana memperbaiki dari sisi penggunaan data untuk kebutuhan seismik. Data-data kebutuhan untuk eksplorasi akan dibuka bagi perusahaan-perusahaan yang berminat. 

“Data-data akuisisi akan dibebaskan. Karena selama ini, dana PNBP dari akses data hanya sekitar 1 juta dolar. Jadi kita akan revisi Permen Nomor 27 Tahun 2006,” ungkap Arcandra.

Sementara itu, Syamsu Alam, Ketua Alumni Teknik Geologi ITB, mengatakan hingga 2050 kebutuhan migas khususnya minyak secara persentase belum berkurang secara signifikan dan mencapai 2 juta-3 juta barel per hari (bph). 

Di sisi lain, jika melihat cadangan Indonesia 3,5 miliar BOE atau hanya 0,2 persen dari cadangan minyak dunia, sehingga butuh usaha luar biasa agar produksi nasional bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita harus ingat, produksi minyak saat ini 800 ribu barel per hari itu yang 200 ribu bph berasal dari Banyu Urip. Kalau tidak ada Banyu Urip, produksi hanya 500 ribuan. Kalau tidak menemukan Banyu Urip lainnya, kita akan menghadapi masalah besar nantinya,” ujar Syamsu.

Baca juga: Arcandra: tiga hal utama temukan “Giant Discovery”
 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penjualan mobil diesel Hyundai-Kia menurun tiga tahun terakhir

Jakarta (ANTARA News) – Penjualan mobil diesel pabrikan Korea Selatan, Hyundai dan Kia, mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, imbas peraturan emisi yang lebih ketat, menurut data industri dilansir Yonhap, Senin.

Penjualan mobil bertenaga diesel menyumbang 33,8 persen dari 1.013.259 sedan dan kendaraan segmen rekreasi yang dijual Hyundai dan Kia di pasar domestik tahun lalu, menurut Asosiasi Produsen Otomotif Korea (KAMA).

Jumlah itu turun dari 34,1 persen pada 2017 dan 39,9 persen pada 2016 karena permintaan kendaraan hibrida dan listrik yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kata KAMA.

Secara keseluruhan di 2018, Hyundai dan Kia menjual total 7,39 juta kendaraan di seluruh dunia, naik 2 persen dari 7,25 juta unit yang mereka jual setahun sebelumnya.

Hyundai dan Kia yang di bawah naungan Hyundai Motor Group, merupakan produsen ternama Korea Selatan yang termasuk dalam lima besar perusahaan otomotif dunia, demikian Yonhap.

Baca juga: Hyundai Santa Cruz akan mendobrak konsep awal

Baca juga: Penjualan Hyundai-Kia meningkat di Eropa

Baca juga: Hyundai kenalkan varian tertinggi Santa Fe

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Medco minati kelola Blok Corridor

Medco akan mematuhi aturan pemerintah, yaitu menunggu ditawarkan dulu kepada kontraktor eksisting dan kemudian ke Pertamina

Jakarta (ANTARA News) – PT Medco Energy Internasional berminat mengelola ladang minyak dan gas, Blok Corridor, yang ada di wilayah Sumatera Selatan. 

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro usai menghadiri seminar energi di Jakarta, Selasa mengatakan untuk bisa mengelola blok migas ini Medco akan mematuhi aturan pemerintah, yaitu menunggu ditawarkan dulu kepada kontraktor eksisting dan kemudian ke Pertamina. 

Blok Corridor ini dikelola oleh tiga kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yaitu ConocoPhillips, Repsol dan PT Pertamina (Persero). 

Kontraktor ConocoPhillips bertindak sebagai operator dengan hak kelola 54 persen, Pertamina 10 persen, dan Repsol Energy 36 persen. 

ConocoPhilips sudah mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources.

Kontrak Blok Corridor yang terletak di daratan Sumatera Selatan akan berakhir 19 Desember 2023.  

Sementara itu, dalam paparannya terkait kondisi migas Indonesia pada seminar tersebut, Hilmi mengatakan, saat ini Indonesia berada pada masa transisi energi.

Transisi energi dari waktu ke waktu selalu berubah. Dari batubara pindah ke minyak tidak terlalu drastis, sementara saat ini batubara masih banyak dipakai untuk kelistrikan karena murah.

“Ada tiga hal yang harus diperhatikan, pertama lingkungan, begitu keras desakan lingkungan supaya lakukan dekarbonisasi. Kita agreed konvensi di Paris. Kedua elektrifikasi. Terakhir teknologi. Paling relevan buat kita adalah storage,” kata dia.  

Dia mengatakan bagi Indonesia, porsi minyak sampai 2035 masih penting, pertumbuhannya 2,6 persen, selain pertumbuhan konsumsi listrik.

Tahun 2035-2040, kombinasi defisit bahan bakar jenis gasoline ditambah diesel bisa sampai satu juta barel per hari.

“Konsumsi energi yang besar itu good for us, drive the economy. Tapi, kita harus produktif. Jadi, konsumsi satu juta barel ini jadi sesuatu yang produktif. Namun, jangan disubsidi. Di situlah regulator sangat berperan,” kata Hilmi.  

Menurut dia, posisi hulu migas dalam 15 tahun ke depan masih penting, untuk itu Indonesia harus berani berkompetisi yang salah satunya bisa ditunjukkan dengan instrumen fiskal terbaik.  

“Pertama fiskal harus menarik, kedua harus dihormati sampai akhir kontrak. Ketiga accelerate development. Ini kalau mau naik produksinya,” katanya.

Baca juga: Bersaing dengan EBT, Menteri Jonan minta industri gas makin kompetitif
Baca juga: Medco komitmen pertahankan tingkat produksi migas
Baca juga: Arcandra sebut pengelolaan Blok Corridor dibahas September

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Filipina hadiri peluncuran PT Alpha Magsaysay International di Jakarta

Tahun 2019 ini ditandai dengan peringatan 70 tahun hubungan bilateral Filipina- Indonesia dan pihak Filipina menyatakan keyakinan bahwa akan semakin banyak kerjasama yang bisa diwujudkan di masa datang

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee didampingi istri Rosalind Wee, menghadiri peluncuran PT Alpha Magsaysay International dan PT MIHCA International Indonesia di Jakarta.

Menurut siaran pers yang diterima Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, Selasa, peristiwa ini menandai semakin berkembangnya hubungan dagang dan bisnis Filipina dan Indonesia yang selama ini telah dinikmati kedua negara.

Tahun 2019 ini ditandai dengan peringatan 70 tahun hubungan bilateral Filipina- Indonesia dan pihak Filipina menyatakan keyakinan bahwa akan semakin banyak kerjasama yang bisa diwujudkan di masa datang.

Filipina dan Indonesia adalah “mitra alami” karena memiliki banyak kesamaan, baik budaya, sejarah maupun geografis.

PT Alpha Magsaysay International (PT AMI) adalah Perusahaan Human Resources yang merekrut dan menempatkan lebih dari 5.000 pekerja, termasuk pekerja di bidang jasa dari Indonesia di kapal pesiar yang tersebar di seluruh dunia.

The Magsaysay Center for Hospitality and Culinary Arts (MIHCA International Indonesia / PT MIHCA)  adalah pusat pelatihan internasional Magsaysay Group of Companies – perusahaan milik warga Filipina yang memiliki empat cabang di Filipina dan satu di Jakarta.

Perusahaan tersebut didirikan pada 2007 dengan program pelatihan yang meliputi 80 persen kerja praktek dan 20 persen teori di dalam kelas, untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil dan siap pakai.

MIHCA yang mengkhususkan diri pada pelatihan di bidang fasilitas, amenities, peralatan dan berkolaborasi dengan rekanan global dan telah sukses menempatkan lulusannya  untuk bekerja di berbagai hotel dan kapal pesiar mewah di seluruh dunia.

Perusahaan tersebut siap untuk berbagi keahlian global di bidang pelatihan dalam mempersiapkan anak muda Indonesia untuk meniti karir di bidang jasa dan industri kapal pesiar.
 
Baca juga: Dubes: hubungan RI-Filipina sangat erat

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DPMPTSP Kalteng tak bisa pastikan semua perusahaan miliki izin

Kalau yang terdaftar di kami berarti telah memiliki izin lengkap, namun saya tidak tahu mengenai kebijakan-kebijakan masa lalu

Palangka Raya (ANTARA News) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Tengah tidak bisa memastikan semua perusahaan pertambangan maupun perkebunan yang beroperasi di wilayahnya memiliki izin atau tidak.

“Kalau yang terdaftar di kami berarti telah memiliki izin lengkap, namun saya tidak tahu mengenai kebijakan-kebijakan masa lalu,” kata Kepala DPMPTSP Kalteng, Aster Bonawaty di Palangka Raya, Selasa.

Menurut Aster, kewenangan tersebut, mulai berpindah ke pemprov sejak 2014 dan masa transisi pada 2015. Pada saat itu terjadi pengambilan berbagai keperluan dokumen dari kabupaten/kota.

Setelah masa transisi barulah kondisinya mulai rapi pada 2016, sehingga ia memastikan sejak saat itu semua izin yang dikeluarkan pihaknya tidak ada yang bermasalah.

“Kami memiliki wewenang untuk menerbitkan izin, namun yang memonitor izin tersebut dan penerapannya di lapangan dilakukan oleh dinas terkait,” katanya.

Dia mengatakan, permasalahan izin yang dimiliki perusahaan di Kalteng menjadi sorotan publik, pasca kasus penyalahgunaan wewenang kepala daerah di Kotawaringin Timur yang menerbitkan izin usaha pertambangan kepada tiga perusahaan.

Pemberian perizinan tiga perusahaan tersebut terjadi, dalam rentang waktu 2010-2012, diduga melanggar aturan karena tidak memenuhi persyaratan yang diwajibkan. Potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp5,8 triliun.

Aster menjelaskan, pihaknya selalu melakukan evaluasi rutin setiap tahunnya. Untuk nilai investasi diatas Rp500 juta termonitor oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal yang dilakukan melalui pihaknya.

“Laporan kinerja perusahaan tersebut dilakukan secara online. Sementara untuk yang nilai investasinya Rp500 juta kebawah, masih dilakukan secara manual,” ungkapnya.

Ia menegaskan, semua izin yang pihaknya terbitkan telah melewati prosedur dan memenuhi aturan yang berlaku. Sehingga ia memastikan setiap yang terdata oleh pihaknya, sudah jelas memiliki izin lengkap.

Sementara itu, pihaknya sudah menerbitkan ratusan izin galian C di seluruh kabupaten/kota, terbanyak yaitu Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas.

“Secara administrasi semuanya memenuhi izin sehingga dapat kami terbitkan, namun ada juga yang ditolak dan harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan,” ujarnya.
 

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Defisit gas tahun 2050 sebesar 24.398 MMSCFD

Jakarta,  (ANTARA News) – Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan defisit migas pada tahun 2050 akan makin besar, yakni 3,82 juta BOPD minyak dan 24.398 MMSCFD gas. 

Sedangkan berdasarkan neraca sumber energi primer minyak dan gas bumi pada 2025,  akan ada defisit minyak sebesar 1,39 juta bph dan 2.837 juta standar kaki kubik per hari (MMCFD) gas. 

Nanang di Jakarta,  Selasa,  mengatakan ada beberapa langkah untuk meningkatkan produksi dan menutup defisit pada 2025 dan 2050. Langkah tersebut di antaranya adalah insentif untuk usaha-usaha eksplorasi sebagai antisipasi jangka panjang, percepatan POD/POFD, secondary dan tertiary recovery project (EOR), dan pencarian upside potential di mature field. 

“Selain itu perlu mendorong BUMN migas atau perusahaan energi nasional untuk mencari sumber energi di luar Indonesia,” kata Nanang dalam diskusi seminar energi. 

Sementara itu, dalam diskusi panel yang menghadirkan tiga pembicara, yaitu Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu, dan Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Hilmi Panigoro terungkap bahwa energi minyak di Indonesia masih berperan besar hingga 2050 karena konsumsi yang diproyeksikan terus meningkat . 

Menurut Dwi dalam informasi tertulis,  Indonesia mempunyai 128 cekungan dan yang sudah dilakukan eksplorasi dan eksploitasi baru 54 cekungan. Dari 54 cekungan yang telah dieksplorasi, Indonesia saat ini memiliki reserve sebanyak 3,2 billion barel oil.  “Kalau ada giant discovery diharapkan cadangan bisa meningkat,” kata Dwi, 

Dia menyebutkan gap antara produksi dan kebutuhan menunjukkan ekonomi tumbuh, tentu saja menjadi tantangan untuk menyelesaikan problem yang lain. 

“Strategi untuk mengatasi gap yang ada. Di hulu migas, Indonesia bagian barat pada posisi yang mature. Di timur adanya potensi untuk new discovery untuk ke depannya. Diperlukan pula supporting dan faktor-faktor yang kita harapkan mendukung,” katanya 

Menurut Dwi, untuk peluang hulu migas Indonesia, pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi. Berbagai angkah dilakukan SKK Migas untk memperbaiki iklmin investasi, yaitu penyederhanaan perizinan dan peningkatan kegiatan eksplorasi melalui roadshow ke calon investor.

 “Selain itu, going east in deep water, kami juga ingin memastikan ketersediaan migas diharapkan berbagai teknologi yang berkembang dapat membantu untuk mencegah risiko bisnis di oil and gas upstream,” katanya. 

Baca juga: Dirjen Migas jelaskan strategi atasi defisit migas
Baca juga: Menko Darmin yakini biodiesel B20 kurangi defisit migas

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serupa tapi tak sama, ini perbedaan Livina baru dengan Xpander

Jakarta (ANTARA News) – Nissan Motor Indonesia memperkenalkan All New Livina yang dibangun di atas basis Mitsubishi Xpander, sejalan dengan aliansi global Nissan-Renault-Mitsubishi yang memungkinkan antarperusahaan berbagi platform.

Tampilan eksterior kedua mobil di kelas Low MPV itu nyaris serupa, dengan balutan cangkang bodi yang besar, garis-garis samping bodi yang bermuara ke lampu belakang, hingga model lampu utama depan di bagian bawah bersama lampu sign.

Dapur pacu kedua kendaraan pun mengusung mesin DOHC 1.499 cc, menghasilkan tenaga 104 dk pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm. Transmisi Livina vesri otomatik juga tidak lagi memakai Xtronic CVT, melainkan 4 percepatan layaknya Xpander.

Kendati demikian, jika disimak secara seksama akan terlihat beberapa perbedaan antara Livina dan Xpander, berikut ulasannya:

Baca juga: Perbandingan harga Nissan Livina baru dengan Xpander, Avanza hingga Ertiga

Grille depan

Mitsubishi Xpander menggunakan “wajah” X melalui konsep Dynamic Shield layaknya sebuah tameng. Sedangkan Livina memakai grille berdesain V-Motion seperti segitiga terbalik.

Lampu LED

Lampu LED Xpander berdesain tajam ke samping layaknya alis, sedangkan LED Livina sedikit melengkung seperti bumerang.

Foglamp

Lampu di bagian bawah pada Small MPV andalan Mitsubishi berbentuk bulat, berbeda dengan tampilan foglamp Livina yang menyerupai trapesium.

Lampu utama

Lampu utama bagian depan Xpander terlihat lebih besar dengan desain memanjang ke bawah. Pada Nissan Livina, lampu utama memang sekilas sama, namun lebih meruncing ke bagian dalam.

Lampu belakang

Lampu belakang Livina menyala memanjang ke sisi dalam, sedangkan Xpander menyala tegak lurus dengan stop-lamp berada di bagian tengah.

Fender

Lekukan fender Livina terlihat lebih halus ke bawah mengikuti ukuran ban, sedangkan model fender Xpander terlihat lebih mencolok dan tegas.

Harga dan varian

Nissan memulai penjualan Livina terbaru melalui lima varian dengan rentang harga Rp198,8 juta hingga Rp261,9 juta. Sedangkan Xpander dari Rp206,1 juta hingga Rp2016,9 juta dengan delapan varian berbeda.

Baca juga: Nissan Livina “Xpander” meluncur, harga mulai Rp198,8 juta

Baca juga: Nissan hadirkan Serena generasi kelima, apa saja fitur barunya?

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2019

Ford rekrut pelobi veteran Washington

Jakarta (ANTARA News) – Ford Motor Co. telah merekrut pelobi veteran dari Washington untuk memimpin departemen hubungan pemerintahan ketika perusahaan ini dan produsen mobil lainnya meningkatkan tekanan atas kebijakan perdagangan proteksionis AS.

Dilansir dari Detroit News, Selasa, Ford mengatakan pada Senin (18/2) waktu setempat bahwa mereka telah merekrut Mitch Bainwol, yang sebelumnya adalah presiden dari Alliance for Automobile Manufacturers yang berbasis di Washington, until melakukan lobi baik dengan Amerika Serikat maupun produsen mobil asing. Bainwol akan menjadi kepala hubungan pemerintah untuk Ford mulai 1 Maret 2019.

Bainwol yang kini berusia 60 tahun, telah memimpin organisasi perdagangan yang mewakili sebagian besar produsen mobil utama sejak 2011. Sebelum bergabung dengan Auto Alliance, ia adalah ketua dan CEO Asosiasi Industri Rekaman Amerika dari 2003 hingga 2011.

Bainwol juga sebelumnya adalah kepala staf untuk mantan Pemimpin Mayoritas Senat AS Bill Frist, R-Tenn.

Baca juga: Pimpinan keuangan Ford Global pensiun akhir tahun ini
Baca juga: Mobil swakemudi makin pintar, bisa menebak gerakan pejalan kaki
Baca juga: Ford kenalkan Mustang paling bertenaga dari yang pernah ada

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Perbandingan harga Nissan Livina baru dengan Xpander, Avanza hingga Ertiga

Jakarta (ANTARA News) – PT Nissan Motor Indonesia akhirnya memunculkan All New Livina berplatform Mitsubishi Xpander, yang sama-sama bermain di kelas low multi purpose vehichle (Low MPV).

Nissan Livina terbaru varian termurah dijual seharga Rp198,8 juta, lebih murah dari “saudaranya” Xpander varian terbawah atau GLX MT seharga Rp206,1 juta.

Kendati demikian, Nissan Livina lebih mahal dari varian terbawah Daihatsu Xenia 1.300 cc X MT seharga Rp183,35 juta, Toyota Avanza 1.3 E STD M/T Rp188 juta, dan Suzuki All New Ertiga GA M/T Rp 196 juta.

Varian teratas Livina VL AT dijual Rp261,9 juta yang sedikit lebih mahal ketimbang Mitsubishi Xpander Ultimate AT Rp260,9 juta. Sedangkan varian tertinggi Xenia dijual Rp228,95 juta, Toyota Avanza Veloz AT Rp239,45 juta, dan Suzuki Ertiga GX ESP A/T Rp241,5 juta.

Baca juga: Nissan hadirkan Serena generasi kelima, apa saja fitur barunya?

Livina menawarkan konektivitas telepon pintar dan navigasi, serta fitur-fitur terkini yakni Hill Start Assist, Vehicle Dynamic Control dan Traction Control.

Presiden Direktur Nissan Indonesia, Isao Sekiguchi, mengatakan bahwa All New Livina hadir sebagai bentuk komitmen Nissan untuk melayani konsumen di Indonesia. Apalagi, model tersebut untuk pertama kalinya di dunia dikenalkan di Tanah Air.

“Didasari komitmen tersebut kami meluncurkan dua MPV baru, di mana Indonesia merupakan pasar pertama Nissan di dunia yang memperkenalkan All New Livina,” kata Isao Sekiguchi di sela-sela peluncuran kendaraan itu.
  Peluncuran All New Nissan Livina dan New Nissan Serena di Jakarta, Selasa (19/2). (ANTARA News/Alviansyah P)

Berikut harga All New Nissan Livina dan kompetitornya di Indonesia:

All New Nissan Livina:
E MT:  Rp 198,8 juta
EL MT: Rp 223 juta
EL AT: Rp 233 juta
VE AT: Rp 249,9 juta
VL AT: Rp 261,9 juta

Mitsubishi Xpander:
Xpander GLX MT Rp206,1 juta
Xpander GLS MT Rp222,6 juta
Xpander GLS AT Rp233,6 juta
Xpander Exceed MT Rp229,6 juta
Xpander Exceed AT Rp240 juta
Xpander Sport MT Rp242,2 juta
Xpander Sport AT Rp252,2 juta
Xpander Ultimate AT Rp260,9 juta

Suzuki All New Ertiga:
GA M/T    Rp196 juta
GL M/T    Rp214,5 juta
GL A/T    Rp225 juta
GX M/T    Rp226 juta
GX A/T    Rp236,5 juta
GX ESP M/T    Rp231 juta
GX ESP A/T    Rp241 juta

Toyota Avanza
Avanza 1.3 E STD M/T : Rp188,6 juta
Avanza 1.3 E STD A/T : Rp199.8 juta
Avanza 1.3 E M/T: Rp191,1 juta
Avanza 1.3 E A/T: Rp202,3 juta
Avanza 1.3 G M/T: Rp208,95 juta
Avanza 1.3 G A/T : Rp219,65 juta
Avanza 1.5 G M/T : Rp221,25 juta

Toyota Veloz
1.3 Veloz M/T : Rp215,65 juta
1.3 Veloz A/T : Rp227,45 juta
1.5 Veloz M/T : Rp227,65 juta
1.5 Veloz A/T : Rp239,45 juta

Daihatsu Xenia
1.3 X MT    Rp183,35 juta
1.3 X AT    Rp194,25 juta
1.3 R MT    Rp187,65 juta
1.3 R AT    Rp198,55 juta
1.3 X DELUXE MT    Rp198,6 juta
1.3 X DELUXE AT    Rp210,45 juta
1.3 R DELUXE MT    Rp207 juta
1.3 R DELUXE AT    Rp218 juta
1.5 R DELUXE MT    Rp218,05 juta
1.5 R DELUXE AT    Rp228,95 juta

Baca juga: Nissan Livina “Xpander” meluncur, harga mulai Rp198,8 juta

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2019

Piaggio dan Aprilia kolaborasi bersaing di pasar India

Jakarta (ANTARA News) – Piaggio Italia bersama dengan brand premium Aprilia akan bekerjasama untuk memasuki pasar motor sport kelas 125-150cc yang sekarang tumbuh pesat di India, sebagai upaya melawan Bajaj-KTM, serta TVS Motor dan Yamaha.

Direktur Pelaksana Piaggio Vehicle India, Diego Graffi, mengatakan Piaggio berencana untuk meluncurkan sepeda motor pertama di bawah merek Aprilia pada tahun 2020 nanti, serta akan ada tiga model terbaru dengan kapasatias mesin 150cc.

“Ketika kami memasuki ruang skuter, kami fokus pada premium dan hal yang sama terjadi dengan berbagai motor yang kami rencanakan untuk dibawa. Kami berencana untuk mulai memproduksi motor 150cc dalam 12-15 bulan ke depan. Kami berencana untuk meluncurkan empat sepeda motor di bawah Aprilia, ” kata Graffi, dikutip dari Economic Times, Selasa.

Piaggio telah memamerkan dua konsep motor sport RS 150 dan street bike Tuono 150 di ajang 2018 Auto Expo di Noida. Menurut perusahaan, hal ini mendapat umpan balik yang menggembirakan dari orang-orang yang mengunjungi pameran tersebut.

Graffi mengatakan sepeda motor yang direncanakan untuk India akan didasarkan pada konsep yang ditampilkan di pameran.

Piaggiosaat ini sudah menjual sekitar setengah lusin model motor besar di India dalam kisaran 800-1200cc, mengimpor ini sebagai unit utuh. Rangkaian motor baru akan membantunya berpartisipasi dalam pasar arus utama 125-250cc.

Hampir 2 juta unit terjual di segmen sepeda motor kelas 125-250cc di India pada bulan April-Januari tahun fiskal 2019, dengan segmen tersebut tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan dengan ekspansi pasar sepeda motor secara keseluruhan sebesar 11 persen.

Pada periode yang sama, Piaggio menjual sekitar 66.000 unit, terutama skuter, mencatatkan pertumbuhan sekitar 20 persen. Saat ini mrteka hanya berpartisipasi dalam sebagian kecil dari pasar skuter sebanyak 5,8 juta skuter dijual di India pada bulan April-Januari.

“Ini adalah pertama kalinya kami akan memperkenalkan produk-produk ini dan pasti berdasarkan hasil, kami akan memperluasnya, ini adalah lini produk pertama tetapi berdasarkan hasil kami akan berpikir tentang cara memperluas produk ini,” ungkapnya.

Baca juga: Vespa Primavera 50th edisi terbatas siap dipasarkan di Indonesia
Baca juga: Piaggio mempresentasikan Ape model terbaru di India
Baca juga: Piaggio Group: Vespa Elettrica diproduksi September

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Bersaing dengan EBT, Menteri Jonan minta industri gas makin kompetitif

Ini waktunya untuk membuat pilihan dan keputusan, karena di pasar global mulai masuk energi baru dan terbarukan

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta para pemangku kepentingan industri gas untuk bersinergi mendorong industri gas nasional menjadi lebih kompetitif. 

Jonan di Jakarta, Selasa, menyebutkan. saat ini, bisnis gas sedang dalam situasi harus membuat keputusan.

“Ini waktunya untuk membuat pilihan dan keputusan, karena di pasar global mulai masuk energi baru dan terbarukan (EBT),” katanya.

Jonan menekankan perlunya kontribusi signifikan dari industri gas dalam mengimbangi cepatnya laju pengembangan EBT di dunia.

Menurut dia, saat ini, ia melihat di banyak negara maju, porsi pemanfaatan dan pengembangan EBT berjalan dengan sangat cepat.

“Jika dilihat di banyak negara, khususnya negara maju, pengembangan EBT didorong sangat cepat. Tiga bulan lalu saat berkunjung ke Italia, saya melihat pembangkit yang 100 persen menggunakan CPO (crude palm oil atau minyak sawit mentah), tanpa proses lain,” ungkap Jonan.

Hal itu, menurut dia, merupakan sebuah tantangan besar bagi industri gas. Nantinya, CPO atau sumber EBT lainnya dapat menggantikan energi fosil sebagai bahan bakar.

“Bukan tidak mungkin nantinya CPO atau EBT lainnya bisa dikonversi ke bahan bakar diesel atau gasoil, ini akan jadi tantangan besar industri gas,” ucap Jonan.

Sehingga, lanjutnya, tantangan terberat bagi industri gas saat ini adalah untuk mendorong iklim bisnis gas menjadi lebih kompetitif.

“Saran saya, bagi pelaku bisnis gas di Indonesia adalah agar jadi lebih kompetitif. Era biaya operasional yang tinggi saya pikir harus segera dihentikan,” tegas Jonan.

Produsen gas alam harus mulai memikirkan secara serius bagaimana cara bertahan di situasi saat ini dan ke depannya.

Menurut dia, salah satu cara yang dapat dipertimbangkan adalah dengan masuk ke industri petrokimia.

“Industri petrokimia yang berasal dari bahan bakar fosil memang tidak mudah untuk digantikan. Tapi, jika kita dapat berkompetisi dan tetap mendorong penggunaan gas untuk bahan bakar, listrik, dan transportasi, mungkin situasinya bisa dilewati dengan baik,” jelas Jonan.

Baca juga: Jonan : industri migas harus tekan biaya operasional
Baca juga: Menteri Rini usulkan pengolahan minyak sawit jadi BBM di Italia

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah targetkan molis tembus 20 persen dari produksi nasional

Kendaraan bermotor listrik dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) …

Jakarta (ANTARA News) – Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto menargetkan produksi mobil listrik (molis) dapat tembus 20 persen dari produksi nasional di tahun 2025 sebanyak 400.000 unit.

“Langkah strategis sudah dipersiapkan sefara bertahap,  sehingga kita bisa menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor,” kata Harjanto di Jakarta, Selasa.   

Secara terpisah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik sebagai  komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (CO2) 29 persen di tahun 2030 sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.

“Jadi, tren global untuk kendaraan masa depan adalah yang hemat energi dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain itu dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Sesuai yang disampaikan Presiden Joko Widodo, kendaraan bermotor listrik dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM, yang berpotensi menghemat devisa kurang lebih Rp798 triliun,” ujarnya.

Airlangga menegaskan, pihaknya juga terus mendorong agar manufaktur-manufaktur otomotif di dalam negeri dapat merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau low carbon emission vehicle (LCEV) yang terprogram dalam roadmap industri kendaraan otomotif. Di dalam peta jalan tersebut, terdapat tahapan dan target dalam upaya pengembangan kendaraan berbasis energi listrik di Indonesia.  

Lebih feasible
Pengamat ekonomi makro dari Universitas Indonesia, Faisal Basri dalam satu kesempatan menyatakan, sejalan dengan arah menuju “green economy” maka perlu mengurangi dampak lebih besar dari perubahan iklim dan pengurangan emisi gas buang, saat ini salah satu penyumbang gas buang terbesar adalah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil.

“Ketika ditanya siapa yang mengkonsumsi bahan bakar fosil paling besar adalah sepeda motor. Oleh karena itu kalau ingin mengembangkan kendaraan listrik, lebih feasible jika mengembangkan sepeda motor. Selain teknologinya lebih sederhana, infrastruktur pendukungnya juga lebih mudah dibangun,” ujarnya.
 
Jadi tidak harus menggunakan tenaga listrik tegangan tinggi seperti pada mobil listrik. Kendaraan lainnya bisa juga yang bentuknya berupa transportasi publik seperti bus, mengingat sekarang jumlah kendaraan bus sudah semakin banyak di Indonesia.

Terkait dengan optimalisasi daya listrik untuk  kendaraan listrik, di mana kebutuhan listrik di tahun 2020 diperkirakan mencapai 279 MW dan tahun 2023 mencapai 2.279 MW, maka tanpa perlu menambah investasi, pasokan listrik PLN ini sudah cukup memadai.

Data yang diperoleh dari riset PLN, BUMN ini siap mendukung penggunaan mobil listrik dengan menyiapkan pasokan listrik dan infrastruktur pengisian baterei (Electric Vehicle Charger Station – EVCS) baik di rumah, stasiun pengisian, maupun mendorong agar pengisian SPLU ditempatkan di lokasi strategis seperti mal, perkantoran, sampai di pusat bisnis.

“Jika menggunakan mobil listrik, maka dengan kapasitas listrik yang ada, PLN tidak perlu menambah pembangkit, karena proses charging  mobil listrik dapat dilakukan di rumah, di saat beban rendah, antara pukul 22.00 sampai 04.00,” kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka.
Baca juga: Pemerintah targetkan 2,1 juta unit sepeda motor listrik

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Industri makanan dan minuman jadi sektor andalan

Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional

Jakarta (ANTARA News) – Industri makanan dan minuman menjadi sektor juara (champion) karena menjadi salah satu sektor manufaktur andalan dalam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Potensi industri makanan dan minuman di Indonesia bisa menjadi champion, karena supply dan user-nya banyak. Untuk itu, salah satu kunci daya saingnya di sektor ini adalah food innovation and security,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Capaian kinerjanya selama ini tercatat konsisten terus positif, mulai dari perannya terhadap peningkatan produktivitas, investasi, ekspor hingga penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sepanjang tahun 2018 industri makanan dan minuman mampu tumbuh sebesar 7,91 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen. 

Bahkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada  triwulan IV-2018 naik sebesar 3,90 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV-2017, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya produksi industri minuman yang mencapai 23,44 persen. 

Selanjutnya, industri makanan menjadi salah satu sektor yang menopang peningkatkan nilai investasi nasional, yang pada tahun 2018 menyumbang hingga Rp56,60 triliun. 

Realisasi total nilai investasi di sektor industri manufaktur sepanjang tahun lalu mencapai Rp222,3 triliun.

“Pada tahun 2018, tenaga kerja di sektor industri manufaktur mencapai 18,25 juta orang atau naik 17,4 persen dibanding tahun 2015. Industri makanan menjadi kontributor terbesar hingga 26,67 persen,” tuturnya.

Menperin menambahkan produk makanan dan minuman Indonesia telah dikenal memiliki daya saing di kancah global melalui keragaman jenisnya. Ini ditandai dengan capaian nilai ekspornya sebesar 29,91 miliar dolar AS pada 2018.

“Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional,” ujarnya.

Pada 2017 tercatat ekspor produk manufaktur nasional di angka 125,1 miliar dolar AS, melonjak hingga 130 miliar dolar AS di tahun 2018 atau naik sebesar 3,98 persen. “Jadi, tahun lalu kontribusinya tertinggi mencapai 72,25 persen,” kata Menperin.

Menperin optimistis industri makanan dan minuman nasional mampu melakukan terobosan inovasi produk, guna memenuhi selera konsumen dalam dan luar negeri. 

Terlebih lagi adanya implementasi industri 4.0. Dengan pemanfaatan teknologi terkini, menurut dia,  dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif.

Baca juga: GAPMMI harap pemerintah bentuk tim negosiasi khusus hambatan tarif

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Baca juga: Tarik investor, Archandra gratiskan akses data migas
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia-Korsel aktifkan kembali kemitraan ekonomi

Target yang dicanangkan adalah 30 miliar dolar AS

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia dan Korea Selatan mengaktifkan kembali kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Korsel Comprehensive Economy Partnership Agreement (IK-CEPA).

“Hari ini, kita meluncurkan kembali perjanjian Indonesia-Korea CEPA. Sebab, tanpa dipayungi perjanjian ini, kesepakatan-kesepakatan baik investasi maupun trade-nya, bisa ketinggalan,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Selasa.

Negosiasi ini kembali aktif yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan Korea Selatan Hyun Chong Kim di Jakarta.

Enggar mengatakan, nantinya kedua negara akan melakukan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, di antaranya bidang ekspor, impor, dan investasi.

Mendag menyampaikan, diskusi terkait renegosiasi dilakukan sejak November 2018, yang ditargetkan rampung dibahas pada November 2019.

“Saya dengan Menteri Kim, kita membahas bagaimana meningkatkan kerja sama ekonomi dari dua negara sebagai tindak lanjut pembicaraan Bapak Presiden Jokowi dengan Presiden Moon (Presiden Korea Selatan Moon Jae-in),” kata Enggar. 

Usai penandatanganan renegosiasi, kedua negara akan mempertemukan kedua kelompok pengusaha Indonesia dan Korea dalam sebuah forum bisnis dengan menargetkan nilai dagang sebesar 30 miliar dolar AS.

“Target yang dicanangkan adalah 30 miliar dolar AS,” pungkas Enggar.

Baca juga: Presiden Moon Jae-in berharap persahabatan Korsel-Indonesia kian erat di 2019
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nissan hadirkan Serena generasi kelima, apa saja fitur barunya?

Jakarta (ANTARA News) – Bersamaan dengan peluncuran All New Livina, Nissan Motor Indonesia pada hari ini juga mengenalkan generasi kelima Nissan Serena yang mengusung sejumlah fitur baru berkonsep “Nissan Intelligent Mobility.”

Nissan Serena yang sudah mengaspal di segmen High MPV Indonesia pada 1996, kini dilengkapi Intelligent sliding door yang bisa membuka pintu penumpang secara otomatis.

Fitur yang diklaim menjadi yang pertama di segmennya itu memudahkan penumpang untuk masuk dan keluar kendaraan saat kedua tangan sedang membawa barang, atau tengah menggendong anak.

Fitur lainnya yang juga merupakan hal pertama di segmennya adalah pintu bagasi ganda — terbuka sebagian atau penuh — guna memudahkan dalam proses memasukkan barang dan menyiasati keterbatasan ruang.

“Hari ini menandai langkah selanjutnya dari perjalanan kami selama 50 tahun dalam menyediakan mobilitas yang aman, pintar, dan berkelanjutan bagi pelanggan di Indonesia,” kata Presiden Direktur Nissan Indonesia Isao Sekiguchi di Jakarta, Selasa.

“Pelanggan Nissan menginginkan teknologi maju, termasuk fitur-fitur keselamatan yang canggih serta kenyamanan. Kami memenuhi tuntutan itu melalui Nissan Intelligent Mobility yang diusung kedua kendaraan tersebut,” tambah dia.

All New Serena memiliki sistem hiburan canggih dengan layar monitor ganda berukuran 7 inci. Layar monitor pertama adalah head unit yang tersambung dengan telepon pintar, dan juga terhubung dengan roof monitor berukuran 11 inci.

Layar monitor berikutnya adalah Multi Information Display berukuran 7 inci yang memiliki banyak fitur, termasuk Intelligent Around View Monitor yang terkenal dari Nissan.

Baca juga: Nissan Livina “Xpander” meluncur, harga mulai Rp198,8 juta
  All New Nissan Serena. (ANTARA News/Alviansyah P)

All New Nissan Serena juga menjadi satu-satunya MPV di pasar Indonesia yang memiliki perpaduan dua warna (two-tone body color).

Selain menawarkan kabin luas, keluarga pun dapat menikmati kenyamanan maksimum dengan captain seat berbalut kulit dan tujuh colokan USB pada setiap baris kursi.

“Pelanggan adalah fokus dari semua usaha terbaik kami, dari mulai desain dan fitur mobil hingga ke pengalaman penjualan dan purna jual. Itulah sebabnya kami memperkenalkan Nissan Care Package untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” Sekiguchi menambahkan.

Nissan memperkenalkan layanan baru, Nissan Care yang memberikan paket 50 ribu km/4 tahun gratis suku cadang dan layanan purna jual bagi pelanggan yang membeli kedua kendaraan baru tersebut dan New Nissan Terra mulai Februari 2019.

Pelanggan dapat melakukan pemesanan All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena mulai hari ini di 106 gerai Nissan di seluruh Indonesia.

Adapun harga pemesanan on the road Jakarta untuk All New Nissan Serena adalah Rp465 juta untuk tipe HWS dan Rp448 juta untuk varian X.

Baca juga: Nissan GT-R50 Italdesign debut di Dubai

Baca juga: Perkuat kemitraan, bos Renault-Nissan akan bertemu di Jepang
 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

3 Konsep peningkatan produksi perikanan budidaya

 (Antara)- Peningkatan produktifitas perikanan budidaya menjadi salah satu jalan untuk mencapai ketahanan pangan nasional.  Untuk itu Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya  Kementerian  Kelautan dan Perikanan, mulai menerapkan konsep prioritas seperti penataan sistem logistik perbenihan,  pakan mandiri, hingga sistem ras (recirculating aqua culture system) yang  diyakini mampu meningkatkan produksi ikan budidaya.

Sinergitas dukung kenaikan volume perikanan budidaya

 (Antara)- Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan bersinergi dengan beberapa stakeholder untuk mendongkrak produksi komoditas unggulan nasional.  Dukungan tersebut memberikan efek luar biasa pada perikanan budidaya yang sejak 2015  mengalami peningkatan volume produksi .

TOD, “magnet” integrasi dan bisnis MRT

TOD yang benar, semua aktivitas ada di stasiun, orang yang tinggal dekat situ sangat tergantung dengan MRT

Jakarta (ANTARA News) – Tidak kurang dari satu bulan lagi masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya akan merasakan moda baru, yang bernama Moda Raya Terpadu (MRT).

Uji coba tengah terus dilakukan untuk memantapkan pengoperasian perdana yang ditargetkan pada Maret mendatang. 

Secara keseluruhan progres jelang pengoperasian saat ini sudah mencapai 98,59 persen dengan rincian bagian bawah tanah (underground section) 98,74 persen dan bagian layang (elevated section) 98,43 persen. 

Pembangunan MRT ini juga tidak semata-mata hanya sarana dan prasarana, tetapi juga harus didukung dengan pembangunan kawasan beriorientasi transit (TOD). 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan TOD bisa menghilangkan kemacetan karena akses transportasi yang dekat dengan hunian, sehingga untuk mencapainya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tidak perlu mobil pribadi.

“Ini merupakan solusi strategis bagi masyarakat, karena semua terkumpul di suatu kawasan,” katanya.

Untuk itu, Menhub meminta MRT bersinergi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk segera menyiapkan bus-bus pengumpan (feeder) yang bisa menghubungkan masyarakat ke stasiun MRT. 

“MRT ini akan mengangkut jumlah penumpang yang banyak, tetapi memang harus persiapan, terutama ‘feeder’ dari beberapa titik agar kapasitas bisa digunakan maksimal,” ujar Menhub.

Baca juga: Presiden pastikan MRT Jakarta beroperasi Maret 2019

Ke depan, masyarakat akan lebih banyak menggunakan transportasi massal, jadi harus dipikirkan secara detil agar pengoperasian MRT menjadi maksimal, bukan hanya sarana saja, melainkan prasarana seperti area stasiun sebagai titik pertemuan dan sumber pendapatan baru. 

Pasalnya, dari 18,6 juta kendaraan pribadi di Jakarta, pengguna angkutan umum di Ibu Kota baru mencapai angka 24 persen, sementara itu, sekitar ada 47,5 pergerakan orang di Jabodetabek.

Sehingga, diperkirakan dengan adanya kereta Ratangga MRT yang terdiri mencapai 16 kereta dalam satu rangkaian bisa memicu masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. 

Sejumlah pekerja melakukan perawatan rangkaian kereta MRT di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (26/4/2018). Perawatan kereta MRT terus dilakukan untuk mengetahui kesiapan menjelang uji coba yang akan berlangsung Agustus 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Menggerakkan Perekonomian

TOD dilihat bukan hanya keterpaduan antara kawasan dan moda transportasi yang memudahkan mobilitas masyarakat, melainkan pula mendongkrak pendapatan dari pengoperasian MRT itu sendiri.

Sebab, MRT dinilai tidak bisa “hidup” hanya dengan mengandalkan pendapatan dari tiket, tetapi juga harus didorong dari pendapatan dengan nontiket yang bisa dikembangkan lewat TOD. 

Ada sekitar 65.000 dalam sehari yang akan berlalu lalang di setiap stasiun MRT, jumlah penumpang yang tidak sedikit itu bisa menggerakan bisnis MRT yang tentu saja berimbas pada perekonomian nasional apabila TOD bisa dikembangkan dengan baik. 

Seperti pada Kasus Mass Transit Railway (MTR)  Hong Kong (Lam, 2010) menunjukkan bahwa potensi terbesar MRT adalah adalah pada kemampuan membangun wilayah.

Pada awal pengoperasian MTR Hong Kong pada 1980-1990, menunjukkan kerugian, namun seiring dengan berkembangnya pembangunan TOD di kawasan sekitar stasiun, keuntungan yang didapat dari situ meroket dalam 10 tahun dan semakin jauh melampaui laba dari perusahaannya sendiri.

Imbas positifnya adalah harga tiket bisa tekan semurah mungkin bagi masyarakat karena MRT Hong Kong tidak lagi mengandalkan pendapatan dari sumber tersebut. 

Dalam jangka panjang, biaya transportasi akan berkurang, sehingga kualitas hidup bisa meningkat pasalnya rata-rata masyarakat Jabodetabek mengeluarkan 30 persen dari penghasilan untuk biaya transportasi. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengantongi konsep TOD MRT yang akan didorong di 13 stasiun MRT Fase I dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Lebak Bulus. 

Tidak kurang dari 45 gedung di Jakarta akan terhubung dengan moda transportasi MRT.

Pemrov DKI Jakarta juga telah memberikan mandat kepada PT MRT Jakarta untuk menjadi operator utama pengelola kawasan TOD melalui Pergub Provinsi DKI Jakarta No.140 2017. 

Baca juga: Menteri Perhubungan minta siapkan angkutan pengumpan dan TOD MRT
Dalam mengembangkan perencanaan TOD, PT MRT Jakarta menggunakan delapan prinsip, yaitu fungsi campuran, kepadatan tinggi, peningkatan kualitas konektivitas, peningkatan kualitas hidup, keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, ketahanan infrastruktur dan pembaruan ekonomi. 

Untuk tahap awal, MRT Jakarta mengembangkan rencana induk kawasan transit terpadu di lima stasiun, yaitu Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, kawasan Cipete (yang mencakup Stasiun Cipete, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Blok A), kawasan Blok M (termasuk Stasiun Sisingamangaraja), dan Stasiun Dukuh Atas. 

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan TOD pertama yang akan dibangun adalah Stasiun Dukuh Atas karena dinilai sudah ada keterpaduan moda antara Transjakarta, kereta rel listrik (KRL) dan Kereta Bandara. 

“Nanti di situ kita mainnya di TOD untuk pendapatan non-tiket tadi, Ini sedang berjalan, bulan depan menyusul di tiga lokasi Blok M, Cipete dan Lebak Bulus,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah melelang perusahaan retail yang akan berjualan di stasiun-stasiun MRT, temasuk untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Sebanyak 15 mitra retail yang telah bergabung di 10 stasiun MRT Jakarta pada Tahap 1. 

“Sekarang kita sedang buka Fase II untuk undang lagi retail dan UMKM,” katanya. 

Pada tahap 2, MRT Jakarta membuka tiga stasiun untuk delapan mitra retail baru, yaitu tiga lokasi di Stasiun Haji Nawi, empat lokasi di Stasiun Blok A dan satu lokasi di Stasiun Sisingamangaraja. 

MRT Jakarta bersama Badan Ekonomi Kreatif akan menyeleksi proposal UMKM dan memilik 16 mitra UMKM untuk diberikan kesempatan menempati lima stasiun dan mendapatkan pembinaan dalam inkubator bisnis MRT Jakarta. 

Ciptakan ketergantungan 

Pakar Rekayasa Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono Wibowo menjelaskan konsep TOD dikatakan berhasil apabila tercipta ketergantungan dari masyarakat untuk menggunakan moda transportasi tersebut, dalam hal ini MRT.

Untuk menciptakan ketergantungan itu, lanjut dia, MRT harus memaksimalkan ruang-ruang di stasiun menjadi ruang komersial yang dibutuhkan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu keluar dari stasiun untuk membeli kebutuhan tersebut atau mereka hanya perlu ke stasiun untuk memenuhi kebutuhannya.

Adapun, tempat-tempat sepeti mall, sekolah dan perumahan dibangun paling jauh 800 meter dari stasiun dan dibuat akses langsung. 

Sony mencontohkan salah satu TOD yang berhasil, yakni di SIngapura, ditambah dengan kebijakan kepimilikan mobil pribadi dekat stasiun dikenakan pajak lebih mahal.

“Kalau kita belajar TOD yang sebenarnya di Singapura, contoh TOD yang benar, semua aktivitas ada di stasiun, orang yang tinggal dekat situ sangat tergantung dengan MRT,” katanya.   
Dengan demikian, menurut dia, TOD dilihat sebagai “magnet” yang bisa menarik lebih banyak penumpang dan dari situ bisnis MRT terus berjalan dan berkembang. 

Dia menambahkan tanpa TOD, MRT tidak bisa menutupi biaya operasional apabila hanya mengandalkan tiket dan ruang-ruang komersial di stasiun. 

Sementara itu, Direktur Institut Transportasi (Intrans) mengatakan menyebutkan dua opsi untuk pembangunan TOD MRT Jakarta, pertama membuat akses dari stasiun ke gedung-gedung perkatoran atau mall, kedua membangun kawasan di lahan kosong.

“Strategi kedua cederung lebih sulit, karena sudah banyak gedung-gedung jadi bersinergi saja dengan pemilik gedung untuk membangun akses,” ujarnya.

Darmaningtyas menilai pembangunan TOD tidak bisa dibangun dan dan dirasakan dampaknya dalam waktu singkat,karena itu diberpelukan komitmen dan keberlanjutan pembangunan.
Baca juga: MRT simbol kemajuan Jakarta
Baca juga: MRT: munculkan kultur baru bertransportasi dan jalan kaki

 

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nissan Livina “Xpander” meluncur, harga mulai Rp198,8 juta

Jakarta (ANTARA News) – PT Nissan Motor Indonesia pada Selasa meluncurkan Livina model terbaru yang dijual dengan harga mulai Rp198,8 juta.

All New Nissan Livina hadir dengan tampilan serba berbeda dari model sebelumnya, kendati Livina terbaru itu lebih mirip Mitsubishi Xpander — aliansi Nissan-Mitsubishi — dengan ciri khas bodi yang lebih besar dan tampilan lampu utama depan yang berada di bagian bawah.

Presiden Direktur Nissan Indonesia Isao Sekiguchi mengatakan, model terbaru itu dihadirkan sebagai bentuk komitmen Nissan untuk melanjutkan kesuksesan Livina sejak mengaspal pada 2007 di Indonesia.

“Keluarga Livina yang dikenalkan sejak 2007 telah banyak diapresiasi atas kenyamanan mengemudi dan suasana interior berkelas premium di segmennya,” kata Isao Sekiguchi saat peluncuran All New Livina di Djakarta Theatre, Jakarta, Selasa.

Ia kemudian mengumumkan bahwa Nissan Livina akan dijual mulai Rp198,8 juta untuk tipe terendah E MT hingga Rp261,9 juta untuk tipe tertinggi VL AT.

Nissan Livina terbaru ini memang berplatform Mitsubishi Xpander, sejalan dengan aliansi global antara Nissan dan Mitsubishi.

Kendati demikian, tetap terdapat perbedaaan tampilan pada Livina dengan Xpander, terutama pada bagian grille depan yang lebih menukik ke bawah bernama “Grille V-Motion” dan lampu LED berbentuk bumerang.

“Meski aliansi tapi kami berbeda. Nissan dengan karakternya, Mitsubishi dengan karakternya. Kami saling melengkapi,” kata Yutaka Sanada selaku Regional Vice President Nissan Asia dan Oceania.

Nissan Livina akan bersaing dengan Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, hingga Wuling Confero.
 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019

Industri makanan dan minuman jadi sektor juara

Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional

Jakarta (ANTARA News) – Industri makanan dan minuman menjadi sektor juara (champion) karena menjadi salah satu sektor manufaktur andalan dalam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Potensi industri makanan dan minuman di Indonesia bisa menjadi champion, karena supply dan user-nya banyak. Untuk itu, salah satu kunci daya saingnya di sektor ini adalah food innovation and security,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Capaian kinerjanya selama ini tercatat konsisten terus positif, mulai dari perannya terhadap peningkatan produktivitas, investasi, ekspor hingga penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, sepanjang tahun 2018 industri makanan dan minuman mampu tumbuh sebesar 7,91 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen. 

Bahkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada  triwulan IV-2018 naik sebesar 3,90 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV-2017, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya produksi industri minuman yang mencapai 23,44 persen. 

Selanjutnya, industri makanan menjadi salah satu sektor yang menopang peningkatkan nilai investasi nasional, yang pada tahun 2018 menyumbang hingga Rp56,60 triliun. 

Realisasi total nilai investasi di sektor industri manufaktur sepanjang tahun lalu mencapai Rp222,3 triliun.

“Pada tahun 2018, tenaga kerja di sektor industri manufaktur mencapai 18,25 juta orang atau naik 17,4 persen dibanding tahun 2015. Industri makanan menjadi kontributor terbesar hingga 26,67 persen,” tuturnya.

Menperin menambahkan produk makanan dan minuman Indonesia telah dikenal memiliki daya saing di kancah global melalui keragaman jenisnya. Ini ditandai dengan capaian nilai ekspornya sebesar 29,91 miliar dolar AS pada 2018.

“Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional,” ujarnya.

Pada 2017 tercatat ekspor produk manufaktur nasional di angka 125,1 miliar dolar AS, melonjak hingga 130 miliar dolar AS di tahun 2018 atau naik sebesar 3,98 persen. “Jadi, tahun lalu kontribusinya tertinggi mencapai 72,25 persen,” kata Menperin.

Menperin optimistis industri makanan dan minuman nasional mampu melakukan terobosan inovasi produk, guna memenuhi selera konsumen dalam dan luar negeri. 

Terlebih lagi adanya implementasi industri 4.0. Dengan pemanfaatan teknologi terkini, menurut dia,  dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif.

Baca juga: GAPMMI harap pemerintah bentuk tim negosiasi khusus hambatan tarif

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Baca juga: Tarik investor, Archandra gratiskan akses data migas
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berefek luas bagi perekonomian, Menperin apresiasi hilirisasi produk kopi

Kemenperin terus mendorong diversifikasi produk industri untuk mengisi pasar ekspor

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik upaya industri makanan dan minuman di Indonesia yang terus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam lokal, salah satunya adalah sektor pengolahan kopi. 

Langkah hilirisasi ini dinilai membawa efek berantai yang luas bagi perekonomian nasional.

“Contohnya PT Mayora, melalui permen Kopiko menjadi produk nomor satu di dunia. Bahkan, Kopiko juga menjadi salah satu kebutuhan astronaut di luar angkasa. Selain itu, produk kopi instan Torabika yang juga diminati oleh konsumen mancanegara,” kata Airlangga lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, Airlangga menyatakan, Kemenperin terus mendorong diversifikasi produk industri untuk mengisi pasar ekspor. 

“Kami melihat industri semakin agresif untuk membuka akses pasar baru dan meningkatkan nilai ekspornya. Hal ini seiring komitmen pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan termasuk prosedur ekspor,” tuturnya.

Di kancah global, ekspor produk kopi olahan nasional terus meningkat setiap tahunnya. 

Pada 2016, ekspornya mencapai 145 ribu ton senilai 428 juta dolar AS, kemudian meningkat menjadi 178 ribu ton dengan nilai 487 juta dolar AS pada 2017. 

Pada 2018, ekspor meningkat 21,49 persen menjadi 216 ribu ton dengan nilai naik 19,01 persen menjadi 580 juta dolar AS.

Ekspor tersebut didominasi oleh kopi olahan berbentuk instan sebesar 87,9 persen dan sisanya berbasis ekstrak dan esens. Tujuan ekspor utama industri pengolahan kopi nasional, antara lain Filipina, Malaysia, Iran, China, dan Uni Emirat Arab.

Airlangga juga menyebutkan, Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Hal ini menjadi potensi pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri. 

“Produksi kopi kita sebesar 639.000 ton pada 2017 atau delapan persen dari produksi kopi dunia dengan komposisi 72,84 persen merupakan kopi jenis robusta dan 27,16 persen kopi jenis arabika,” ujarnya.

Baca juga: Jokowi lepas kontainer ekspor kopi ke-250.000 dari Tangerang
Baca juga: Tingkatkan produksi, Kementan perluas lahan perkebunan kopi arabika di Jambi
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tarik investor, Archandra gratiskan akses data migas

Beberapa data umum nantinya akan dapat diakses para calon investor atau untuk studi…

Jakarta (ANTARA News) – Untuk menarik investor minyak dan gas bumi (migas) ke Indonesia, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar berencana menggratiskan data untuk dapat diakses secara luas bagi kepentingan studi investasi.

“Beberapa data umum nantinya akan dapat diakses para calon investor atau untuk studi, tentunya ada beberapa aturan yang harus diikuti,” kata Archandra Tahar dalam Seminar Energi 2019 di Jakarta, Selasa.

Kebijakan tersebut merupakan revisi dari Peraturan Menteri (Permen) ESDM 27/2006 mengenai pengelolaan dan pemanfaatan data migas, data eksplorasi, dan eksploitasi.

Akan ada skema anggota dan nonanggota untuk bisa mengelola akses data tersebut, bagi anggota akan mendapatkan data dasar periode selama empat tahun, selain itu data olahan yang sudah dimiliki oleh operator sebelumnya selama enam tahun, juga akan dapat diakses terbuka, sesuai aturan berlaku.
Baca juga: SKK Migas ungkap temuan cadangan gas baru di Blok Sakakemang Sumsel
Data intepretasi yang sudah dalam periode delapan tahun juga akan dapat diakses secara gratis bagi anggota, namun bagi data yang dimiliki oleh kontraktor dan terikat kontrak serta aturan, akan tetap dirahasiakan sesuai ketentuan.

Untuk nonanggota, nantinya akan dapat mengakses data mentah serta data-data umum mengenai migas di Indonesia. Ide ini menurut Archandra,  berawal dari pemasukan nilai akses data migas hanya pada angka satu juta dolar AS, namun peminat investasi masih minim.

Dengan dibukanya akses data ini diharapkan  akan banyak studi baru tentang migas, di mana pada akhirnya yang diharapkan adalah penemuan cadangan migas yang baru.

Menurut Archandra, ide revisi Permen 27/2006 tersebut masih dalam tahap penyempurnaan dan membutuhkan masukan dari para kontraktor dan beberapa ahli. 

Namun, Archandra menegaskan kendali data tetap ada pada pemerintah dan harus mengajukan izin untuk mempergunakan data tersebut. Revisi Permen tersebut akan segera diimplementasikan jika sudah melalui kajian kebijakan.

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC
Baca juga: Di Perdagangan Asia, minyak Brent turun dari tertinggi 2019
Baca juga: Indian Oil tandatangani kesepakatan tahunan pertama pembelian minyak AS

 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mentan tinjau realisasi upsus siwab di Pamekasan

Pamekasan (ANTARA News) – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman meninjau realisasi program upaya khusus sapi induk wajib bunting (Upsus Siwab) di Pamekasan, Jawa Timur dan program ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging.

Program Upsus Siwab yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian ini mencakup program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA).

“Program ini dicetuskan Pemkab Pamekasan lima tahun lalu dengan nama Intan Satu Saka atau inseminasi buatan, satu tahun satu kelahiran,” kata Kepala Dinas Peternakan Pemkab Pamekasan Bambang Prayogi di lokasi acara Mentan di Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Selasa pagi.

Puluhan ekor sapi induk yang diprogram khusus wajib bunting ini dipajang di lokasi acara yang terletak sekitar 17 kilometer ke arah timur Kota Pamekasan itu.

Selain memajang sapi induk, jenis ternak lain berupa kambing yang juga diprogram khusus wajib bunting juga dipamerkan di tanah lapang yang dikunjungi Mentan RI Arman Sulaiman.

Program Upsus Siwab ini tertuang dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada daging yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman bersama rombongan tiba di lapangan Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Pamekasan sekiatar pukul 10.19 WIB.

Tari Sapi Sono` menyambut kedatangan Menteri di Pintu Gerbang lokasi kegiatan dengan iringan gending Puspowarno Selendro Padhek Songo.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja`e nampak mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman beserta Forpimda Pemkab Pamekasan.

Mentan langsung meninjau langsung sapi bantuan pemerintah yang diprogram Siwab guna meningkatkan populasi sapi di Pulau Madura ini.

Di lokasi acara ini juga dipamerkan sejumlah hasil produk pertanian para petani Pamekasan, seperti jagung hibrida, buah-buahan dan pupuk kompos produksi petani Pamekasan. 

Baca juga: Upsus Siwab targetkan kelahiran sapi 3,5 juta ekor
Baca juga: Pengembangan sapi Belgian Blue sukses tembus 99 kelahiran
Baca juga: Mentan apresiasi kelahiran 1.100 pedet di Magetan

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MRT simbol kemajuan Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Macet bagai “kanker” ganas di Jakarta dengan kondisi menahun, yang sulit disembuhkan oleh para pemimpin kota terbesar di Indonesia ini dari masa ke masa.

Dalam sebuah berita di surat kabar pada Juli 1965, diceritakan keadaan lalu lintas Jakarta yang mulai mengalami kondisi padat.

“Seorang rekan wartawan tinggal di Senajan, Kebajoran. Orangnja gesit tak soeka menjeleweng di djalan. Tiap pagi berangkat dari roemah dengan mobil djam 7.15 sampai di kantornja, Pintoe Besar Selatan, djam 08.00. Berarti 45 menit. Djarak Senajan-Pintoe Besar Selatan 12 kilometer. Djadi gerak mobil itoe perdjamnja hanja 16 kilometer, sama dengan ketjepatan sepeda,” tulis berita tersebut dalam ejaan lama.

Berdasarkan data BPS pada 2016, jumlah semua kendaraan baik bus, truk, roda empat dan roda dua yang ada di Jakarta sebanyak 18.006.404 unit, belum termasuk kendaraan dinas yang dimiliki TNI, Polri dan kendaraan tidak terdaftar.

Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan (5,35 persen dalam lima tahun), dibandingkan ketersediaan infrastruktur jalan yang relatif tetap (0,1 persen per tahun), menjadikan kota ini sulit lepas dari jeratan kemacetan.

Bahkan dengan kemacetan yang hampir tiap hari terjadi di Jakarta, menurut pakar bidang bioteknologi lingkungan dari Universitas Indonesia Firdaus Ali, menimbulkan potensi kerugian mencapai Rp28,1 triliun per-tahun, meliputi biaya bahan bakar, biaya kesehatan (akibat polusi tinggi) dan nilai waktu yang terbuang.

“Jumlah ini adalah angka yang cukup besar karena waktu produktif yang terbuang sia-sia,” katanya.

Tidak ingin kalah cepat, untuk menanggulangi kemacetan Jakarta, Pemprov DKI dari waktu ke waktu terus membuat berbagai terobosan. Mulai dari kebijakan penerapan sistem “three in one” (3 in 1), pembangunan jalan layang (fly over) dan terowongan (under pass), penyediaan sarana transportasi TransJakarta, Light Rail Transit (LRT) hingga yang teranyar adalah pembangunan sarana transportasi baru berbasis rel layang dan bawah tanah bernama Moda Raya Terpadu.
Baca juga: Presiden pastikan MRT Jakarta beroperasi Maret 2019

Mass Rapid Transit (MRT)

Banyak yang menilai bahwa MRT adalah Moda Raya Terpadu. Namun ada pendapat lain yang mengatakan pengertiannya lebih luas, dengan mencakup beberapa jenis moda transportasi.

MRT dinilai sebagai transportasi berdaya angkut besar (mass) dengan waktu tempuh cepat (rapid) dan berhenti di titik-titik strategis utama perkotaan (transit), baik itu bus, LRT, komuter (KRL) dan metro (kereta bawah tanah).

Sejatinya, konsep MRT di Indonesia sudah dicetuskan sejak 1986 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie saat menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Ketika itu, ada empat studi yang dimaksud Habibie yakni: Jakarta Urban Transport Program (1986-1987), Integrated Transport System Improvement by Railway and Feeder Service (1988-1989), Transport Network Planning and Regulation (1989-1992) dan Jakarta Mass Transit System Study (1989-1992).

Studi-studi ini kemudian dibawa oleh Sutiyoso, saat menjabat Gubernur DKI Jakarta yang selama 10 tahun pemerintahannya (1997-2007) setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan transportasi MRT.

Pada 2004, Bang Yos panggilan akrab Sutiyoso, lantas mengeluarkan Keputusan Gubernur tentang Sistem Transportasi Makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal terintegrasi di Jakarta antara yang menggunakan jalan dengan yang berbasis rel mulai 2004 hingga 2020.

Bus Rapid Transit

Di Jakarta sendiri, telah ada kereta komuter dengan rel listrik (KRL) yang memiliki jalur melingkari kota dan memanjang hingga ke wilayah penyangganya di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang dapat terkategori sebagai Mass Rapid Transit.

Dirasakan kurang memadai karena masih banyak wilayah yang tidak terjangkau sementara kemacetan terus terjadi, akhirnya digagas berbagai model transportasi lainnya, salah satunya adalah dengan bus.

Sejak idenya muncul 2001, pada 15 Januari 2004, pemerintah DKI Jakarta mulai mengoperasikan Mass Rapid Transit berbentuk bus kota dengan jalur khusus, yang dikenal Transjakarta.

Saat mulai digulirkan, banyak perusahaan bus yang menolak keberadaannya karena alasan persaingan bisnis. Hingga akhirnya Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, menggandeng para perusahaan bus untuk terlibat langsung menjadi operator.

“Mereka ditunjuk langsung,” kata Bang Yos kala itu.

Transjakarta semakin populer. Bahkan, saat ini Transjakarta yang dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibu kota yang sangat padat, sudah memiliki 1.300 armada dengan jalur lintasan 230,9 km, serta memiliki 243 stasiun di 13 koridor.

Light Rail Transit

Setelah cukup sukses dengan Transjakarta yang kini mampu mengangkut 500 ribu penumpang per-hari, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan transportasi di ibu kota.

Keingian untuk mengurai kemacetan Jakarta terus menggebu. Bermula dengan tersendatnya pembangunan transportasi dengan rel melayang (Monorail) pada 2013, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama memilih untuk membangun Light Rail Transit (LRT).

LRT sendiri dibagi menjadi dua, yakni LRT Jabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya seperti Bekasi dan Bogor yang dibangun oleh PT Adhi Karya dengan dioperasikan oleh PT KAI. Sedangkan LRT dalam kota, dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta dan dioperasikan Jakarta Propertindo (Jakpro).

LRT dalam kota, telah mulai membangun jalur Koridor I (Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun) sepanjang 5,8 km dan telah diujicoba pada 15 Agustus 2018.

Namun, proyek LRT Koridor I ini, secara keseluruhan baru mencapai 90 persen. Ketika proyeknya rampung dan beroperasi, Direktur Proyek LRT PT Jakpro Iwan Takwin menyebut, sarana transportasi ini akan menghemat waktu perjalanan masyarakat.

“LRT Koridor I ini diperkirakan memakan waktu tempuh selama 13 menit. Per stasiunnya menghabiskan waktu 1 menit hingga 2,5 menit,” ujarnya.

LRT fase I koridor Kelapa Gading-Velodrom ini secara paralel akan dilanjutkan dengan pembangunan fase II koridor Velodrom-Dukuh Atas-Tanah Abang, sebelum beralih ke jalur lainnya yang direncanakan akan ada tujuh.

Moda Raya Terpadu

Sementara LRT masih dalam pengembangan, di waktu bersamaan DKI mengembangkan moda transportasi berbasis rel lainnya yakni Moda Raya Terpadu.

Moda Raya Terpadu ini, menggunakan kereta berkinerja tinggi, digerakkan secara elektrik, beroperasi di jalur eksklusif tanpa jalur persilangan, dengan peron stasiun besar yang secara internasional disebut dengan istilah “Metro”.

Dirintis sejak 2006, dengan skema pinjaman lunak dari Jepang, 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi mulai digarap dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat, yang jadi konsentrasi pertemuan berbagai moda transportasi umum.

Sejak rampungnya jalur Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI (16 km) sarana transportasi yang diberi nama Moda Raya Terpadu oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, akan diujicobakan pada publik mulai 26 Februari 2019 dengan target beroperasi komersial pada 24-31 Maret 2019.

“Nanti Lebak Bulus-Bundaran HI dapat ditempuh dalam waktu 30 menit,” ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Simbol kemajuan

Dengan adanya berbagai moda transportasi yang akan terus dikembangkan, menurut pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instra) Deddy Herlambang, dapat dikatakan menjadi simbol kemajuan Jakarta yang dapat disejajarkan dengan kota lainnya di dunia seperti New York, Tokyo, London dan kota lainnya yang memiliki predikat kota pintar.

“Dengan banyaknya pilihan angkutan umum, otomatis tercipta satu kota cerdas (smart city) dalam transportasi, di mana semakin cepat pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain,” ujar Deddy saat dihubungi.

Walau saat ini berbagai moda transportasi akan mengakomodir mobilitas masyarakat Jakarta yang menjadi masalah selanjutnya adalah bagaimana mengintegrasikan semuanya untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.

“Bagaimana caranya agar tetap ada koneksi antar moda transportasi, tentu harus disesuaikan dengan permintaannya, yakni masyarakat smart city,” ujar Deddy.

Dalam mengintegrasikan moda transportasi ibu kota agar lebih mudah diakses dan dikelola dengan baik, Pemprov DKI Jakarta mulai dengan konsep Jak Lingko yang mengintegrasikan moda berbasis jalan raya (Transjakarta dan angkutan kecil).

Jak Lingko bermakna, Jak berarti Jakarta; Lingko yang berarti jejaring atau integrasi yang diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Lingko berbentuk seperti jaring laba-laba yang terintegrasi.

Program ini juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi lainnya yakni LRT dan Moda Raya Terpadu, mulai dari infrastruktur yang akan saling bertemu di titik yang disebut dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD), hingga pengelolaan tarif dan manajemennya melalui pembentukan perusahaan gabungan (joint venture) yang masih dalam tahap pembahasan.

“Ini akan segera dirampungkan, harapannya agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses transportasi publik dengan jarak maksimal ke halte sekitar 500 meter, akhirnya akan meninggalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas dan otomatis menanggulangi kemacetan di Jakarta,” ujar Gubernur Anies Baswedan.

MRT Jakarta sudah mulai digelar. Simbol baru transportasi modern sudah hadir. Selain memecahkan persoalan kemacetan di Jakarta, meningkatkan produktifitas masyarakat Jakarta dan sekitarnya, MRT selanjutnya diharapkan dapat menjangkau hingga ke wilayah metropolitan lainnya yaitu Bodetabek.

Baca juga: MRT: munculkan kultur baru bertransportasi dan jalan kaki
Baca juga: Tarif MRT Jakarta Rp8.500, Menhub: masuk akal

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perlunya pembenahan tata niaga impor pangan

Jakarta (ANTARA News) – Tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, sebenarnya Ombudsman pada 4 Februari lalu telah mengeluarkan peringatan dini kepada pemerintah terhadap tata kelola implementasi kebijakan yang berkaitan dengan empat komoditas pangan.

Empat komoditas pangan yang dimaksud yaitu beras, gula, garam, dan jagung.

“Peringatan dini yang kami sampaikan kepada pemerintah ini kami buat secara terbuka agar berbagai pihak bisa mengawasi administrasi impor dari empat komoditas pangan ini,” kata Anggota Ombudsman RI, Ahmad Alamsyah Saragih, dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, kala itu.

Menurut Alamsyah Saragih, penyampaian peringatan dini secara terbuka ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya maladministrasi berulang akibat melemahnya intensitas perhatian para pihak terkait khususnya terkait dengan tahun politik seperti sekarang ini.

Ia mengingatkan bahwa impor komoditas pangan dalam empat tahun terakhir masih memainkan peranan penting dalam perekonomian nasional. Ombudsman melakukan pengawasan perkembangan impor komoditas pangan untuk melihat persoalan dan mencegah maladministrasi.

Sehubungan dengan beras, Ombudsman menyarankan agar pemerintah segera membentuk kerangka kebijakan sisa cadangan untuk perbaikan manajemen stok sebelum mengambil langkah ekspor beras.

Alamsyah juga menuturkan pentingnya melakukan klasifikasi stok dan mengutamakan pemanfaatan stok berkualitas agar operasi pasar cukup efektif untuk mengatasi kenaikan harga akibat penerapan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 80 persen, dan bukan berprioritas kepada ekspor.

Sementara terkait gula, Ombudsman mengeluarkan peringatan dini untuk mengantisipasi perkembangan jangka pendek atau tiga bulan ke depan, disarankan agar diperketat proses verifikasi kebutuhan dan stok gula impor untuk industri, segera menetapkan hasil perhitungan neraca gula nasional, dan mengevaluasi penerapan SNI bagi gula petani.

Sehubungan dengan garam, ujar Alamsyah, pihaknya menyarankan untuk memperketat proses verifikasi kebutuhan garam impor untuk industri, mempercepat proses perhitungan stok garam produksi lokal, serta segera menetapkan hasil perhitungan neraca garam.

Sedangkan terkait jagung, Ombudsman menyarankan dilakukan evaluasi cepat dan memperketat proses verifikasi kebutuhan impor jagung, serta mempersiapkan stok pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pasokan jagung pakan bagi peternak.

Data pangan

Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti dalam sejumlah kesempatan juga telah meminta pemerintah memastikan data pangan benar-benar akurat terlebih dahulu sebelum mengimpor komoditas pangan.

“Bagi kami, soal kebijakan impor di sektor pertanian ini akan terus menjadi polemik jika persoalan mendasar mengenai data produksi dan konsumsi belum dapat diselesaikan. Padahal, itu yang menjadi dasar penetapan dari kebutuhan impor,” kata Rachmi.

Rachmi mengharapkan pemerintah jangan berspekulasi dalam menetapkan kebutuhan impor, serta mengingatkan esensi kebijakan impor, khususnya produk pertanian, hanya bisa dilakukan apabila produksi dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Untuk itu, pemerintah mesti membuka data-data ketersedian produksi dalam negeri dulu kepada publik sebelum melakukan impor.

Pemerintah juga diharapkan dapat segera membenahi tata niaga impor pangan nasional, terutama karena ada temuan BPK tahun 2018 yang mengindikasikan adanya sengkarut terkait dengan tata niaga impor pangan, ucap Rachmi.

Menurut Rachmi Hertanti, hasil pemeriksaan BPK menemukan sebanyak sembilan kesalahan, di mana permasalahan itu antara lain persetujuan impor tanpa pembahasan di rapat koordinasi antar kementerian, tidak kuat dalam menganalisis kebutuhan, hingga lemahnya pengawasan terhadap realisasi impor.

Selain itu, ujar dia, persoalan agenda pembangunan infrastruktur yang dipilih juga telah berdampak terhadap sektor pangan. Aktivitas investasi di Indonesia guna meningkatkan daya saing Indonesia dikatakan telah berkontribusi pula terhadap hilangnya akses petani terhadap sumber daya ekonominya.

“Bahkan, penguasaan lahan ke tangan korporasi pun meningkat yang kemudian berbanding terbalik dengan penguasaan lahan bagi petani,” katanya.

Di sisi yang lain, menurut dia, juga terjadi penurunan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 3,52 juta orang. Pada 2016, angka tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian sebesar 39,22 juta orang, dibandingkan dengan tahun 2018 hanya sebesar 35,70 juta orang.

Dari segi pendapatan, lanjutnya, rata-rata upah di sektor pertanian masih memiliki nilai upah di bawah rata-rata upah nasional 2018, yakni sebesar 1,76 juta. Bahkan, data BPS juga menunjukan bahwa petani lokal 88,27 persen adalah pekerja informal.

Apalagi, Direktur Eksekutif IGJ itu juga mengingatkan bahwa dalam debat capres putaran kedua lalu, kedua calon presiden memperlihatkan strategi yang jitu dalam mengatasi impor pangan.

Rachmi berpendapat bahwa persoalan impor pangan tidak dilihat dari sumber-sumber produksinya, tetapi hanya dilihat dari sisi hilir.

Dengan demikian, lanjutnya, belum ada dari para capres yang dapat memaparkan strategi tersistematis bagaimana membangun pertanian dan sektor pangan dari hulu ke hilir.

Harga stabil

Sementara itu, pengamat politik dari Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, mengatakan bahwa tidak ada negara yang tidak mengeluarkan kebijakan impor, asalkan harga pangan tetap stabil.

“Tidak ada negara di dunia ini yang tidak impor. Dan yang paling penting adalah pemerintah bisa menjaga kestabilan harga pangan,” kata Ujang.

Ujang menjelaskan bahwa negara harus hadir dengan pemerintah memastikan bahwa harga pangan stabil dan tidak dimainkan oleh mafia pangan.

Hal tersebut, lanjutnya, karena stabil atau tidaknya negara juga bisa dilihat dari kebijakannya dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Menurut dia, harga pangan yang ada saat ini cukup stabil, karena dapat terlihat bahwa bila harga pangan tidak stabil pasti sudah akan menggerus elektabilitas dari kubu petahana.

Namun karena harga pangan masih stabil, ucapnya, maka elektabilitas Presiden Jokowi juga masih stabil pada saat ini.

Tuntas tanpa impor

Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KPRP) Said Abdullah menilai kerawanan pangan sebenarnya bisa dituntaskan tanpa melakukan kebijakan impor.

“Menurut saya, bisa (tanpa impor) dengan syarat jika pola konsumsi pangan dikembangkan tidak hanya terfokus kepada komoditas tertentu,” kata Said.

Selain itu, ujar dia, syarat lainnya agar kerawanan pangan dapat dituntaskan tanpa impor adalah adanya peta jalan yang jelas dan terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta adanya kebijakan dan implementasi program yang kuat dalam mengamankan lahan pertanian.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang kuat mulai dari hulu hingga hilir yang mampu memberikan nilai tambah optimal bagi petani.

Hal tersebut, lanjut Said karena selama ini kebijakan dan program lebih banyak dilakukan di sisi hulu, seperti penyediaan benih dan mekanisasi alat pertanian.

Sementara di sisi hilir, menurut dia, semisal jaminan harga tidak ada sehingga insentif bagi petani untuk berproduksi lebih banyak nyaris tidak ada.

Koordinator KPRP juga mengemukakan hal lain yang esensial adalah adanya kebijakan pengendalian tarif impor yang mampu mendorong kompetisi produk lokal dengan impor.

Said mengingatkan bahwa Indonesia sudah meratifikasi Kovenan Ekosob PBB yang di dalamnya termasuk hak atas pangan, sehingga berarti negara punya kewajiban memenuhi hak atas pangan masyarakat tanpa kecuali.

Ia juga menegaskan bahwa ke depannya, presiden yang terpilih sudah semestinya membuat program dan kebijakan terkait pangan dan pertanian, harus benar-benar memastikan hak atas pangan setiap individu terpenuhi, serta tidak hanya asal klaim dan mengumumkan bahwa produksi pangan tercapai.

Baca juga: Pemerintah perlu benahi sengkarut tata niaga impor pangan

Baca juga: Kemendag fasilitasi Bulog serap jagung impor

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat: Impor pangan bukan hal yang tabu

Seharusnya harga sudah bisa stabil dengan sendirinya kalau memang itu bisa didistribusikan dengan baik

Jakarta (ANTARA News) –  Pengamat ekonomi Fithra Faisal Hastiadi mengatakan impor pangan bukan merupakan hal yang tabu, karena dilakukan setiap negara yang terlibat dalam perdagangan internasional.

“Impor itu bukan hal yang tabu. Semua negara pasti impor. Tidak ada negara yang tidak impor karena memang ini mekanisme supply and demand,” kata Fithra dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Fithra menjelaskan setiap negara yang melakukan kegiatan perdagangan internasional pasti melakukan impor, meski terjadi perdebatan di Indonesia terkait perbedaan data.

Pengajar FE Universitas Indonesia ini menilai impor masih dilakukan sebagai upaya untuk stabilisasi harga agar tidak mengganggu daya beli masyarakat dan laju inflasi tetap terjaga.

Namun, apabila pemerintah menyatakan terdapat surplus produksi beras sebanyak tiga juta ton pada 2018 dan harga masih mengalami kenaikan, hal itu terjadi karena biaya logistik yang mahal.

“Seharusnya harga sudah bisa stabil dengan sendirinya kalau memang itu bisa didistribusikan dengan baik. Permasalahannya mungkin kita bicara mengenai ongkos logistik yang mahal,” katanya.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin mengatakan suatu negara mendapatkan label swasembada apabila memiliki hasil produksi minimal 80 persen dari total kebutuhan.

Jika menilik data produksi beras dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencapai 32,4 juta ton dengan perbandingan konsumsi sebanyak 29,5 juta ton, maka Indonesia sudah surplus hampir tiga juta ton. “Jika melihat itu, Indonesia sekarang swasembada,” katanya.

Meski demikian, swasembada pangan bukan berarti tidak melakukan impor, karena dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kenaikan harga.

Sebelumnya, isu impor pangan mengemuka dalam debat capres putaran kedua, ketika calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertanyakan impor pangan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa impor pangan masih dibutuhkan sebagai cadangan strategis untuk menstabilkan harga atau apabila terjadi gagal panen dan bencana alam.

Baca juga: Jurkamnas Prabowo-Sandi: penurunan impor jagung diikuti peningkatan impor gandum

Baca juga: Rupiah diprediksi menguat dipicu keyakinan kesepakatan perdagangan AS-China

Baca juga: Analis: IHSG rawan terkoreksi, meski “menghijau” seiring bursa Asia

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kontribusi KB & KITE terhadap ekonomi nasional

(Antara)- Hasil survei atas pengukuran Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), terhadap dampak ekonomi nasional telah dirilis. Hasil tersebut menunjukkan  ekspor KB-KITE terhadap ekspor nasional telah memberikan kontribusi  sebesar 34, 37 persen.

Waskita Karya raih Rekor MURI atas pembangunan Bandara Ahmad Yani

Jakarta (ANTARA News) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor proyek Bandara Ahmad Yani Semarang meraih anugerah Rekor Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) atas rekor Pembangunan Bandara Tercepat (12 bulan).

“Pembangunan terminal baru bandara Ahmad Yani senilai kurang lebih Rp1 triliun, merupakan pemenuhan kapasitas infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas dilakukan melalui peningkatan luasan terminal dari 6708 meter persegi menjadi 58.652 meter persegi,” ujar Director of Operation I Waskita Karya Didit Oemar Prihadi di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Didit menjelaskan bahwa selain itu bandara Ahmad Yani mengalami penambahan pelayanan lainnya antara lain aviobridge 3 unit, penggunaan Passanger Mover System, Baggage Handling System, dan Airport Operation Control Center (AOCC).

Penghargaan MURI  telah diterima Waskita Karya selaku kontraktor Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang pada tanggal 12 Februari 2019.
Baca juga: Waskita rampungkan proyek strategis nasional dari bandara sampai kelistrikan

Terminal baru bandara Ahmad Yani Semarang  telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 6 Juni 2018.

Presiden pun mengapresiasi pembangunan terminal baru bandara yang berhasil selesai dan beroperasi penuh lebih cepat dari target yakni pada akhir November 2018.

Pengembangan bandara dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas daya tampung penumpang hingga 9 kali lipat menjadi 6,5 juta penumpang per tahun.

Selama ini, Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan pintu gerbang provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas 800.000 penumpang per tahun, sedangkan penumpang eksisting tahun 2017 telah mencapai 4,4 juta penumpang per tahun.

Bandara Ahmad Yani juga menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia.

Dengan desain yang sangat artistik dan mengusung konsep eco airport dan go green. Di mana untuk lampu jalan bandara akan memakai solar cell dan pengolahan airnya dengan Reverse Osmosis (RO) yaitu me-recycle air tambak untuk operasional bandara.
Baca juga: Waskita Karya menangkan tol Jakarta-Cikampek II Selatan seksi tiga
Baca juga: Waskita Karya targetkan total kontrak baru Rp55 triliun

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hyundai Santa Cruz akan mendobrak konsep awal

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai Santa Cruz Pickup akan memiliki tampilan khasnya sendiri, ungkap Kepala Pusat Desain Global Hyundai SangYup Lee.

“Tidak ada lagi boneka Rusia,” kata Lee seperti dilansir Yonhap, Senin (18/2).

Ia mengatakan bahwa awalnya Santa Cruz menampilkan wajah perusahaan yang menirukan desain Hyundais lainnya. Konsep Santa Cruz diperlihatkan pertama kali pada 2015 lalu.

“Itu akan berubah,” ujarnya.

Lee menjelaskan, ia ingin setiap kendaraan di jajaran Hyundai memiliki tampilan yang unik, mendorong orang yang ingin tahu untuk menyelidiki sebelum menemukan bahwa itu adalah Hyundai.

“Desain keseluruhan akan jauh lebih khas dan memiliki lebih banyak karakter,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Motor Trend.

Hal ini merupakan strategi yang berani untuk merek seperti Hyundai, yang perlahan-lahan melepaskan reputasi tawar-menawarnya saat membangun mobil yang lebih baik dan lebih baik dari tahun ke tahun, dalam laporan Yonhap.

Sangat mungkin bahwa ini mungkin kasus yang tercatat pertama dari kendaraan produksi yang bahkan lebih radikal dari konsep yang mendahuluinya.

Baca juga: Ford india sediakan CNG untuk sedan

Baca juga: Produksi Nissan Rouge dihentikan akhir tahun ini

Baca juga: BMW Group Indonesia sambut baik program DP 0 persen

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

KB dan KITE ubah mindset pelaku usaha

(Antara)- Menteri Keuangan Sri Mulyani  menyebut hadirnya  fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dapat mengubah mindset pelaku usaha di dalam negeri. Kedua fasilitas yang disediakan oleh pemerintah ini diberikan untuk mendorong kegiatan ekspor nasional. 

Penjualan Hyundai-Kia meningkat di Eropa

Jakarta (ANTARA News) – Penjualan Hyundai Motor Group di Uni Eropa meningkat pada Januari, peringkat keempat dalam hal pangsa pasar, dibantu oleh penjualan kuat model-model baru, data industri menunjukkan Senin.

Hyundai Motor Co dan sepupu perusahaannya Kia Motors Corp menjual 80.793 kendaraan gabungan, atau 6,8 persen dari total di pasar umum besar, pada Januari, naik 0,3 persen dari tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Produsen Otomotif Eropa (ACEA), seperti dikutip dari Yonhap, Selasa.

Sebaliknya, registrasi mobil baru di 28 negara anggota UE turun 4,6 persen tahun-ke-tahun menjadi 1,2 juta unit pada bulan pertama 2018 di tengah ekonomi yang melambat dan peraturan emisi yang lebih ketat, berdasarkan perhitungan ACEA terbaru.

Peringkat pembuat mobil Korea Selatan ini mengikuti peringkat Grup Volkswagen yang memiliki pangsa pasar 24 persen, serta Peugeot 17 persen, dan Renault S.A. 9,7 persen.

Baca juga: BTS kendarai Hyundai Palisade ke Grammy Awards 2019

Baca juga: Hyundai kenalkan varian tertinggi Santa Fe

Baca juga: Enam mobil Hyundai sabet penghargaan Desain iF

Baca juga: Penjualan Hyundai-Kia meningkat di AS

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Indian Oil tandatangani kesepakatan tahunan pertama pembelian minyak AS

Kami perkirakan banyak volume akan pergi dari Venezuela, Afrika barat, dan Iran, jadi masuk akal untuk memiliki jaminan pasokan berjangka dari AS…

New Delhi (ANTARA News) – Indian Oil Corp (IOC), perusahaan penyulingan minyak terkemuka India, telah menandatangani kesepakatan tahunan pertamanya untuk membeli minyak AS, membayar sekitar 1,5 miliar dolar AS untuk 60.000 barel per hari dalam tahun yang berakhir Maret 2020 untuk mendiversifikasi sumber minyak mentahnya, ketua IOC, Senin (18/2).

IOC adalah pengilangan negara India pertama yang membeli minyak AS di bawah kontrak tahunan, dalam kesepakatan yang juga akan membantu meningkatkan perdagangan antara New Delhi dan Washington.

Perusahaan sebelumnya telah membeli minyak AS dari pasar spot dan menandatangani kesepakatan jangka pendek pada Agustus untuk membeli enam juta barel minyak AS antara November hingga Januari.

Ketua IOC Sanjiv Singh mengatakan kontrak tahunan akan dimulai dari April. Dia menolak untuk memberikan nama penjual atau detil harga, dengan alasan kerahasiaan.

Sumber perdagangan, yang tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media, mengatakan IOC menandatangani perjanjian dengan perusahaan minyak Norwegia Equinor yang akan memasok berbagai grade minyak mentah AS.

Equinor, yang telah mendirikan kantor di New Delhi untuk mendukung pemasaran dan perdagangan minyak, menolak berkomentar.

Indian Oil membeli sekitar 75 persen dari kebutuhan minyaknya melalui kesepakatan jangka panjang, sebagian besar dengan negara-negara OPEC.

Kesepakatan tersebut akan membantu mengurangi ketergantungan IOC pada minyak mentah OPEC, kata Kepala East of Suez Oil untuk konsultan FGE di Singapura, Sri Paravaikkarasu, seperti dikutip Reuters.

“Banyak masalah geopolitik terjadi. Kami perkirakan banyak volume akan pergi dari Venezuela, Afrika barat, dan Iran, jadi masuk akal untuk memiliki jaminan pasokan berjangka dari AS, di mana produksi minyak mentah meningkat,” katanya.

“Ada dorongan untuk diversifikasi di mana-mana. Korea Selatan memberikan potongan harga untuk impor minyak mentah non-Timur Tengah,” tambahnya.

India dan Amerika Serikat, yang telah mengembangkan hubungan politik dan keamanan yang erat, juga mencari untuk mengembangkan perdagangan bilateral, yang mencapai 126 miliar dolar AS pada tahun 2017 tetapi secara luas terlihat berkinerja jauh di bawah potensinya.

Kedua negara telah membentuk tujuh kelompok kepala eksekutif dengan perusahaan-perusahaan AS dan India terkemuka untuk meningkatkan perdagangan bilateral di berbagai bidang termasuk energi.

Pekan lalu importir gas utama India, Petronet LNG menandatangani kesepakatan awal untuk berinvestasi dan membeli LNG dari proyek Driftwood yang diusulkan Tellurian Inc, di Louisiana, Amerika Serikat.

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Porsche kemungkinan akan menaikkan harga kendaraannya di Inggris

Jakarta (ANTARA News) – Penggemar Porsche di Inggris mungkin harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk membeli mobil asal Jerman tersebut jika Brexit yang tanpa kesepakatan itu terjadi.

London dan Bussels memiliki waktu hingga 25 Maret guna mencapai kesepakatan.

Dilansir DW News, Selasa, Porsche telah memperingatkan pelanggan Inggris bahwa kekisruhan Brexit bisa menaikkan harga mobil yang dibeli dari produsen Jerman hingga 10 persen.

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Bloomberg dan media Inggris, Porsche mengatakan pelanggan yang sudah membayar deposit setelah 17 Januari mungkin harus membayar bea tambahan jika tidak ada kesepakatan Brexit UK-EU dan mobil mereka tiba di Inggris setelah 29 Maret 2019.

Perusahaan milik Volkswagen itu mengatakan, pajak tersebut akan membantu untuk menutupi biaya impor yang dapat timbul jika Inggris memperkenalkan tarif Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk barang-barang UE, ditambahkan bahwa nantinya pelanggan dapat menyesuaikan pembelian mereka jika diperlukan.

Mobil pabrikan yang paling terjangkau, Cayman, bisa melonjak dari harga 44.074 pound (atau sekira Rp803 juta) menjadi 48.481 pound (sekira Rp883 juta) jika rencana itu berjalan.

Porsche memproduksi semua mobilnya di luar Inggris, jadi bea apa pun akan mempengaruhi semua penjualan mobilnya di sana jika Brexit tidak ada kesepakatan.

Peringatan perusahaan kepada pelanggan telah diserukan, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa London dan Brussels bisa gagal mencapai kesepakatan Brexit sebelum akhir Maret.

Perdana Menteri Inggris Theresa May berada di bawah tekanan dari anggota parlemen di London untuk membatalkan ketentuan dalam rancangan kesepakatan yang akan membuat Inggris terikat pada peraturan UE sampai kedua belah pihak menyepakati perjanjian perdagangan pengganti.

Para pemimpin Eropa mengatakan mereka tidak mau mempertimbangkan kembali bagian dari rancangan perjanjian.

Baca juga: VW infokan kekeliruan data emisi

Baca juga: Penjualan Porsche naik 4 persen, disokong pasar non-Eropa

Baca juga: Porsche Macan versi baru debut di Singapore Motorshow 2019

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2019

Honda akan tutup pabrik di Inggris pada 2022

London (ANTARA News) – Produsen mobil Jepang Honda akan mengumumkan penutupan satu-satunya pabrik mobilnya Inggris pada 2022 dengan kehilangan 3.500 pekerja, kata seorang anggota parlemen kepada Reuters.  Hal itu sebuah pukulan terbaru terhadap industri mobil Inggris ketika Brexit kian mendekat.

Honda membangun lebih dari 160.000 kendaraan di pabrik Swindon di Inggris selatan tahun lalu, di mana ia membuat model Civic dan CV-R, yang menyumbang sedikitnya lebih dari 10 persen dari total produksi Inggris sebesar 1,52 juta mobil.

Tetapi perusahaan telah mengalami kesulitan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, dan industri menghadapi sejumlah tantangan termasuk penurunan permintaan diesel dan peraturan yang lebih ketat di samping ketidakpastian atas kepergian Inggris dari Uni Eropa, yang dijadwalkan bulan depan.

Justin Tomlinson, seorang anggota parlemen Konservatif untuk Swindon yang memilih Brexit pada 2016, mengatakan dia telah bertemu dengan menteri bisnis dan perwakilan dari Honda yang telah mengkonfirmasi rencana tersebut.

“Mereka akan membuat pernyataan besok pagi, itu jelas kerusakan awal,” Tomlinson, anggota parlemen untuk North Swindon, mengatakan kepada Reuters.

“Ini tidak terkait Brexit. Ini adalah cerminan dari pasar global. Mereka berusaha untuk mengkonsolidasikan produksi di Jepang.”

Honda mengatakan pihaknya tidak akan memberikan komentar tentang “spekulasi” tersebut.

“Kami mengambil tanggung jawab kami untuk rekan kami dengan sangat serius dan akan selalu mengomunikasikan berita penting apa pun dengan mereka terlebih dahulu,” kata perusahaan itu.

Jepang telah berulang kali memperingatkan akan menarik investasi di Inggris, yang dipandang sebagai pintu gerbang ke Eropa, jika London tidak mengamankan kesepakatan Brexit yang menguntungkan untuk perdagangan.

Perjanjian perdagangan Uni Eropa-Jepang yang disepakati baru-baru ini berarti tarif-tarif pada mobil dari Jepang ke benua itu akan dihapuskan, sementara Inggris sedang berjuang untuk membuat kemajuan dalam pembicaraan mengenai hubungan perdagangan pasca-Brexit dengan Tokyo.

Pengumuman Honda akan dilakukan hanya lebih dari dua minggu setelah produsen mobil Jepang saingannya, Nissan, membatalkan rencana untuk membangun kendaraan sport X-Trail di Inggris.

“Industri mobil di Inggris selama dua dekade terakhir telah menjadi permata di mahkota untuk sektor manufaktur – dan sekarang telah dihancurkan oleh ketidakpastian Brexit yang kacau,” kata Des Quinn, pejabat nasional untuk sektor otomotif di serikat buruh terbesar Inggris, Unite.

Honda mengatakan bulan lalu bahwa mereka akan menghentikan operasi di Inggris selama enam hari pada April untuk membantu mengatasi gangguan perbatasan dari Brexit. Pihaknya juga sedang bersiap untuk mendistribusikan beberapa produksi di pabriknya untuk dikirim ke luar negeri atau membangun inventaris.

Nissan, Honda, dan pembuat mobil Jepang ketiga, Toyota, bersama-sama menyumbang sekitar setengah dari mobil yang dibuat di Inggris.

Honda, yang telah membangun lebih banyak mobil untuk dijual di luar Eropa dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan awal bulan ini volume produksinya di Swindon akan dikurangi menjadi 570 mobil per hari dan akan melakukan pengurangan pekerja.

“Pengurangan volume ini tidak akan berdampak pada tingkat sumber daya permanen kami, dan sejalan dengan rencana produksi kami saat ini,” kata perusahaan.

Baca juga: Honda bocorkan tampilan interior purwarupa mobil listrik terbaru

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2019

GAPMMI harap pemerintah bentuk tim negosiasi khusus hambatan tarif

Tangerang, Banten (ANTARA News) – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) berharap pemerintah membentuk tim negosiasi khusus untuk merundingkan pelonggaran hambatan perdagangan antarnegara.

“Kami berharap pemerintah membentuk tim (negosiasi) khusus yang intensif merundingkan dalam konteks antarnegara, mengingat banyaknya hambatan perdagangan berupa tarif dan non-tarif yang perlu kita bahas secara mendetail,” ujar Ketua Umum GAPMMI, Adhi S Lukman, kepada wartawan di Tangerang, Senin (18/2).

Ia menjelaskan, saat ini model perundingan perdagangan di masing-masing negara dilakukan melalui semacam barter komoditas ekspor.

Ketua GAPMMI itu juga mengungkapkan bahwa hambatan tarif yang paling rumit dihadapi oleh pihaknya saat ini yaitu di kawasan Afrika dan Amerika Latin. 

“Sekarang Afrika dan Amerika Latin, itu rata-rata (hambatan tarifnya) di atas 30 persen untuk pangan olahan, makanya kita usulkan supaya mudah dan cepat yakni melalui preferential trade agreement atau PTA yang memungkinkan terjadinya barter,” tuturnya.

Ia berharap dengan Presiden Joko Widodo memberikan perhatian, mudah-mudahan wacana pembentukan tim negosiasi khusus itu bisa segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait dalam rangka betul-betul mendorong ekspor Indonesia lebih baik. 

Sebelumnya pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menyarankan, pemerintah mengalokasikan lebih banyak dana anggaran bagi tim negosiasi atau perunding dalam menghadapi wacana proteksionisme atau pembatasan impor produk Indonesia dari negara-negara lain.

Ia menjelaskan, selama ini kekurangan dari ekspor yakni kinerja dari tim perundingan atau negosiasi yang dianggap masih lemah, dinilai kemungkinan karena anggarannya yang kurang.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Afrika akan jadi fokus ekspansi ekspor Mayora Group

Tangerang, Banten (ANTARA News) – Mayora Group berencana untuk melakukan ekspansi ekspor dengan tujuan ke negara-negara di kawasan Afrika. “Mungkin beberapa negara di Afrika,” ujar Presiden Director Mayora Group, Andre Atmadja, kepada wartawan, di Tangerang, Senin (18/2).

Ia menjelaskan, mereka aktif berpameran di Benua Hitam itu untuk menangkap potensi-potensi di sana. “Terus terang kita sedikit terlambat (masuk) di Afrika, penjualan sebetulnya sudah ada namun belum kita fokusnya. Mungkin lima tahun ke depan kita akan berfokus di Afrika,” kata dia.

Ia juga menambahkan, potensi-potensi yang membuat mereka tertarik untuk ekspor ke Afrika adalah jumlah penduduk yang banyak serta memiliki 400 juta kelas menengah yang memiliki kemampuan daya beli. Dengan demikian, Afrika merupakan pangsa pasar yang baik untuk produk-produk Mayora.

Ia mengatakan mereka akan memulai ekspansi ekspor di Afrika dengan masuk ke kawasan Afrika selatan dan barat.

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, akan membuka pasar ekspor baru yakni di negara-negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia. Menurut dia, ada 13 negara yang masuk dalam daftar pasar ekspor baru Indonesia dan beberapa di antaranya terdapat di kawasan Afrika dan Asia selatan.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian Perdagangan akan buka pasar ekspor baru

Tangerang, Banten (ANTARA News) – Kementerian Perdagangan akan membuka pasar ekspor baru yakni di negara-negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia. “Kita buka pasar, arahan bapak Presiden Joko Widodo adalah membuka pasar (ekspor) baru,” ujar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, kepada wartawan di Tangerang, Senin (18/2).

Ia menjelaskan bahwa pasar baru yang dimaksud adalah negara-negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia. “Ada 13 negara, di kawasan Afrika kemudian Asia Selatan, ada 13 negara daftarnya,” ujar Mendag di sela-sela acara pelepasan kontainer ke-250.000 Mayora.

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menekankan dua hal utama agar membuat perekenomian Indonesia menjadi sehat. “Ada dua yang akan menjadikan (negara) kita ekonomi yang sehat. Pertama, investasi harus banyak dan kedua, ekspor harus besar,” ujar dia.

Ia juga menyambut baik upaya PT Mayora Indah Tbk sebagai brand asli Indonesia yang disebutnya telah “menjajah” hampir 100 lebih negara-negara lain. Produk-produk itu masuk atau menembus ke pasar di negara lain. “Bukan kita dimasuki tapi kita memasuki (pasar),” katanya.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019