Kasus emisi diesel, Fiat Chrysler didenda 700 juta dolar AS

Jakarta (ANTARA News) – Fiat Chrysler Automobiles akan membayar lebih dari 700 juta dolar AS untuk menyelesaikan tuntutan hukum dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan pemilik kendaraan diesel.

Denda itu akan dibayar Fiat Chrysler terkait tuduhan menggunakan perangkat lunak ilegal yang memungkinkan 104.000 kendaraan diesel mengeluarkan emisi berlebih, tiga orang sumber yang mengetahui tentang masalah ini mengatakan pada Rabu (9/1).

Dilansir Reuters, Kamis, Fiat Chrysler akan membayar denda 311 juta dolar AS kepada Departemen Kehakiman, kemudian 75 juta dolar AS untuk negara bagian yang menyelidiki masalah emisi berlebih dan dana tambahan untuk mengganti kerugian terkait emisi berlebih, serta 280 juta dolar AS untuk menyelesaikan gugatan yang dilakukan oleh para pemilik kendaraan, kata sumber itu.

Fiat Chrysler membantah melakukan kesalahan, dan mengatakan tidak pernah ada upaya membuat perangkat lunak untuk menipu aturan emisi.

Pada Oktober, perusahaan menyisihkan 713 juta euro (815 juta dolar AS) untuk menutup biaya potensial yang terkait dengan kasus ini.

Secara terpisah, Robert Bosch GmbH, pemasok mobil Jerman yang membuat beberapa komponen untuk mesin diesel Fiat Chrysler, diperkirakan akan mengumumkan terkait penyelesaian gugatan dari pemilik kendaraan di Amerika Serikat, sebesar 30 juta dolar AS, salah seorang sumber mengatakan.

Proses penyelesaian dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis di Departemen Kehakiman.

Fiat Chrysler, Bosch dan Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar.

Badan Perlindungan Lingkungan mengeluarkan laporan media pada Rabu (9/1) yang mengatakan akan membuat “pengumuman tindakan sipil yang signifikan untuk mengatasi kecurangan pada tes emisi-otomotif federal.”

Departemen Kehakiman menggugat Fiat Chrysler pada Mei 2017, menuduh perusahaan tersebut menggunakan perangkat lunak ilegal yang menyebabkan emisi berlebih pada 104.000 kendaraan diesel di AS dari model antara tahun 2014 hingga 2016.

Fiat Chrysler memenangkan persetujuan dari regulator AS pada Juli 2017 untuk menjual kendaraan diesel dengan perangkat lunak yang diperbarui. 

Perusahaan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka akan menggunakan perangkat lunak itu untuk mengatasi masalah agensi pada periode kendaraan 2014 hingga 2016.

Para pemilik kendaraan diharapkan mendapatkan masing-masing sekitar 3.000 dolar AS untuk menyelesaikan pembaruan perangkat lunak, kata sumber itu.

Departemen Kehakiman pada tahun 2017 mengatakan Fiat Chrysler menggunakan kontrol emisi tambahan pada kendaraan diesel yang mengarah “secara substansial” lebih tinggi dari tingkat nitrogen oksida, atau polusi NOx, yang terkait dengan pembentukan kabut asap dan masalah pernapasan.

Regulator Amerika Serikat dan California meningkatkan pengawasan kendaraan diesel setelah Volkswagen mengakui telah menginstal perangkat lunak ilegal pada kendaraan di AS selama bertahun-tahun untuk menghindari standar emis pada 2015.

VW telah setuju membayar lebih dari 25 miliar dolar AS di Amerika Serikat untuk klaim dari pemilik, regulator lingkungan, negara bagian dan diler.

Regulator AS juga telah menyelidiki emisi diesel pada kendaraan Daimler AG dan Mercedes Benz di Amerika Serikat.

Fiat Chrysler masih menghadapi investigasi kriminal yang sedang berlangsung oleh Departemen Kehakiman.

Fiat Chrysler menjual dua model diesel di AS dan berencana menambah dua model diesel Jeep SUV pada tahun 2020.

Baca juga: Fiat Chrysler kian dekati penyelesaian masalah emisi diesel

Baca juga: Fiat Chrysler tambah pabrik perakitan Jeep di Detroit

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2019