Indonesia-Kamboja sepakat perkuat kerja sama ekonomi

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn dalam Sidang Komisi Bersama ke-4 Indonesia-Kamboja sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

“Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi, terutama di bidang perdagangan dan investasi,” kata Menlu RI Retno Marsudi usai pertemuan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Kamboja di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa.

Menlu Retno menyebutkan bahwa perdagangan bilateral antara Indonesia dan Kamboja sedang mengalami tren positif dan meningkat sebesar 10,86 persen selama lima tahun terakhir.

Kedua negara juga mengalami peningkatan kerja sama ekonomi di bidang investasi, terutama antarsektor swasta.

“Kita juga menyaksikan peningkatan hubungan antara kedua sektor swasta di kedua negara, diantaranya Ciputra yang mengembangkan Phnom Penh International City dengan investasi senilai 70 juta dolar AS,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, salah satu perusahaan farmasi asal Indonesia telah membuat kesepakatan bisnis senilai 60 ribu dolar AS selama satu tahun dengan salah satu perusahaan di Kamboja.

“Saya senang menyaksikan peningkatan ketertarikan terhadap produk farmasi Indonesia di Kamboja. Untuk memfasilitasi itu, kami akan meningkatkan kerja sama di sektor produk farmasi sehingga bisa masuk ke pasar Kamboja,” ucap Retno.

Selanjutnya, pemerintah kedua negara pun sepakat mempercepat proses internal penerapan kesepakatan penghindaran pajak berganda dan penghindaran fiskal terkait pajak pendapatan.

Selain di bidang perdagangan dan investasi, Indonesia dan Kamboja akan meningkatkan kerja sama pariwisata, salah satu caranya dengan mengkaji kembali Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Pariwisata yang ditandatangai pemerintah kedua negara pada 1999.

“Kami sepakat untuk memperbaharui lagi MoU tentang kerja sama pariwisata yang ditandatangani pada tahun 1999,” ujar Menlu Kamboja Prak Sokhonn.

Baca juga: Kemenpar: Kamboja Travel Mart masih kecil namun berkembang
Baca juga: Dubes: Sebagian besar WNI di Kamboja pekerja profesional

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018