First Media utamakan layanan pelanggan Bolt

Jakarta (ANTARA News) – PT First Media Tbk (KBLV), selaku penyelenggara layanan Bolt 4G LTE akan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, dan secara pararel perusahaan terus berupaya mencari solusi dan berkerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk persoalan yang dihadapi.

Sehubungan dengan hal ini, Perseroan memutuskan untuk sementara tidak menerima pembelian baru dari pelanggan baik isi ulang (top up) maupun paket berlangganan, sampai Perseroan mendapatkan arahan dan persetujuan dari pihak Kementerian, demikian bunyi siaran pers yang diterima Antara, Rabu .

Disebutkan dalam siaran pers tersebut, First Media merupakan penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi di bawah pengawasan Kementerian Kominfo yang memiliki izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis “packet switched” baik melalui kabel maupun pita frekuensi 2.3GHz; dimana pada tahun 2013, perseroan meluncurkan layanan 4G LTE dengan menggandeng BOLT yang merupakan pionir layanan 4G LTE di Indonesia.

Perseroan mengapresiasi kerjasama dan dukungan dari Kementerian Kominfo selama ini, sehingga Perseroan dapat mengambil bagian dalam pembangunan ekosistem telekomunikasi di Indonesia.

Perseroan telah sepenuhnya mengusahakan dan mewujudkan komitmen dalam pembangunan jaringan Broadband Wireless Access (BWA) dan penyediaan layanan sebagaimana tercantum dalam setiap Laporan Kinerja Operasi (LKO) dan evaluasi lima tahunan.

Pada hari Jumat, 16 November 2018 Perseroan telah mengajukan proposal penyelesaian kepada Kementerian Kominfo dengan harapan mencapai solusi dan kesepakatan. Terkait pemberitaan dan perkembangan beberapa hari terakhir ini, Perseroan berterima kasih kepada Kementerian Kominfo atas kesempatan yang diberikan untuk terus berkoordinasi demi mencari penyelesaian yang terbaik.

Siaran pers juga menyebutkan semua kegiatan dan tindakan yang perseroan yang dilakukan saat ini dengan menempatkan kepentingan pelanggan sebagai prioritas utama.

Terkait hal ini, Perseroan ingin menginformasikan bahwa lisensi layanan telekomunikasi nirkabel (Broadband Wireless Access 2,3Ghz) adalah terpisah dari lisensi TV Kabel & Fixed Broadband Internet berbasis kabel yang layanannya dioperasikan oleh PT Link Net Tbk dengan menggunakan merek dagang ?First Media?; dimana, layanan tersebut terjamin aman dan tetap beroperasi seperti biasa. 

Baca juga: First Media cabut gugatan terhadap Kominfo

Baca juga: Majelis hakim PTUN beri First Media kesempatan perbaiki gugatannya

Pewarta:
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2018