KKP manfaatkan ICS dongkrak industrialisasi patin nasional

 Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap memanfaatkan Integrated Cold Storage (ICS) untuk mendongkrak industrialisasi ikan patin nasional mengingat pasar ekspor komoditas tersebut sangat potensial.

 Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP), Rifky Efendi Hardijanto di Jakarta, Jumat, mengatakan, potensi pasar ikan patin Amerika dan Eropa terbuka lebar namun saat ini pasar itu kosong karena mulai ditinggalkan oleh Vietnam.  “Makanya ini potensi besar bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan itu,” katanya melalui keterangan resmi.

Menurut dia, 20 tahun  lalu Vietnam mencanangkan menjadi produsen patin dunia, yang mampu mengisi pasar patin dunia, namun, seiring berjalannya waktu mereka tidak menjaga kualitas sehingga pasar Amerika dan Eropa tidak lagi mengimpor komoditas perikanan tersebut dari negara itu. Kondisi ini, tambahnya,  menjadi peluang buat Indonesia, untuk garap pasar Amerika dan Eropa.

 Produksi patin  Vietnam, ujar Rifky  sebanyak 1,195 juta ton per tahun, sedangkan Indonesia baru 437 ribu juta ton, begitu juga ekspor patin nasional belum terlalu tinggi karena untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

 “Ke depan bukan hanya kita produksi untuk konsumsi dalam negeri saja, tapi lebih kita tingkatkan lagi yang berorientasi untuk ekspor,” katanya pada Temu Bisnis Pemanfaatan ICS Kabupaten Kampar yang mengangkat tema “Mendukung Industri Patin Nasional”.

Dikatakannya, untuk bisa masuk ekspor, langkah yang harus ditempuh selain produksi yaitu industrinya.  Oleh karena itu KKP siap memanfaatkan ICS, karena di situ ada pengelohan, cold storagenya, produknya bisa langsung di ekspor.

“Daerah-daerah produsen atau sentra patin akan terus kami maksimalkan, dengan memaksimalkan ICS nya sehingga ekspor patin nasional bisa terus kita tingkatkan,” katanya.

Daerah produsen patin Indonesia saat ini, wilayah Sumatera masih yang terbesar dengan menyumbang 68,07 persen produksi patin nasional, Riau 8,14 persen produksi, Kalimantan Selatan (10,06 persen), Kalimantan Tengah (8,81 persen, Jambi (6,43 persen), Jabar 6,4 persen.
     
Selain itu, kita juga kan membranding patin nasional yang akan kami beri nama Indonesia Pangasius yang artinya “Patin Indonesia”, rencananya akan diluncurkan pada pameran di Dubai akhir bulan ini.
   
Salah satu daerah yang akan  dikembangkan ICS nya adalah kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan  ICS berkapasitas 100 ton.  Bupati Kampar, Azis Zaenal, mengatakan, dengan ICS diharapkan mampu meningkatkan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat kami. 

 Baca juga: Produksi ikan patin ditargetkan 1,1 juta ton
Baca juga: KKP bangun “integrated cold storage” di Jember

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018